3 Langkah memilih keamanan penyedia training k3 tepat di Indonesia

3 Langkah memilih keamanan penyedia training k3 tepat di Indonesia

3 Langkah memilih keamanan penyedia training tepat di Indonesia

3 Langkah memilih keamanan peyedia training k3 tepat di Indonesia

Semakin meningkatnya kesadaran akan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia dan dengan meningkatkan kebutuhan Pelatihan dan sertifikasi K3 oleh perusahaan, maka jumlah keamanan peyedia training ikut berkembang bagai cendawan di musim hujan.
Namun sayangnya, belum banyak yang tahu bagaimana memilah dan memilih keamanan peyedia training yang baik. Beberapa perusahaan hanya mementingkan harga yang ditawarkan sehingga kadang tertipu bekerja sama dengan Keamanan Peyedia training abal-abal/nakal.
Tidak perduli apakah Anda:
• Staff departemen HRD / Training yang ditugaskan memilih vendor keamanan peyedia training
• Praktisi K3 / Keamanan yang ingin meningkatkan skill dengan mengambil training dan sertifikasi.
• Lulusan baru yang akan mengambil sertifikasi untuk masuk ke bidang K3.
• Mahasiswa jurusan K3 atau lintas jurusan yang sedang membuat tugas akhir / tesis mengenai perkembangan K3 di Indonesia

 

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

 

Memilih Provider yang salah sangat merugikan diri sendiri dan perusahaan, karena
• Sertifikatnya bisa tidak diakui; Klien bisa meminta training diulang sehingga memakan biaya dan waktu
• Proses pengurusan sertifikat lama (terutama sertifikat yang dikeluarkan pemerintah Indonesia)
• Sertifikat diragukan/kurang dipercaya oleh pemberi kerja (terutama perusahaan asing)
Intinya memilih Keamanan Peyedia training kurang lebih sama seperti kata iklan obat batuk di televisi, “untuk kita kok coba coba”.
Jadi, Bagaimana memilih keamanan peyedia training agar tidak salah menjatuhkan pilihan ke provider yang tidak tepat atau malah yang abal abal?
1. Izin
Jika Anda / Perusahaan Anda memiliki banyak operator dan program K3 membutuhkan banyak SIO (surat izin Operator) atau tenaga ahli K3 sertifikasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemenaker), maka Anda harus tahu ini:
Kemenaker mengatur Perusahaan Pembina Jasa Kesehatan dan Keselamatan Kerja (PJK3 / Keamanan Peyedia training) dengan peraturan Per.04/Men/1995 dan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. 48/DJPPK/VII/2011 serta SE.02/Men/DJPPK/I/2011. Dengan peraturan ini, PJK3 diatur agar memiliki sub bidang agar menjadi fokus dan menjaga kualitas dalam pembinaan.
Sejak dikeluarkannya peraturan ini, keamanan peyedia training yang hendak mengadakan pelatihan tidak bisa menggunakan satu sertifikat PJK3 untuk semua jenis training sertifikasi kemenakertrans. Para keamanan peyedia training diwajibkan mendapatkan izin PJK3 yang sesuai dengan bidangnya. Syarat mendapatkannya selain surat pendirian perusahaan yang lengkap, sebuah keamanan peyedia training juga harus memiliki penanggung jawab sesuai dengan bidangnya dan mengikuti sesi Training for Trainer yang diadakan kemenaker sesuai dengan bidangnya.
Saat ini izin PJK3 telah dibagi menjadi
• PJK3 bidang Penanggulangan Kebakaran
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan kebakaran mulai tingkat petugas penanggulangan kebakaran hingga Ahli K3 kebakaran
• PJK3 bidang Mekanik
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan juru ikat/rigger serta operator angkat angkut seperti operator forklift dan crane
• PJK3 bidang Lingkungan Kerja dan Bahan Berbahaya/LKBB
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan seperti petugas ruang terbatas/Confined Space dan bekerja di ketinggian/Working at Height)
• PJK3 bidang Konstruksi Bangunan
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan seperti operator perancah (scaffolding)
• PJK3 bidang Kesehatan kerja
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan seperti petugas P3K
• PJK3 bidang Listrik
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan seperti operator listrik dan Ahli K3 Listrik
• PJK3 bidang SMK3 dan Kelembagaan
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan seperti P2K3 dan Ahli K3 Umum
• PJK3 bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan
Dengan izin ini, PJK3 dapat mengadakan pelatihan seperti Operator Pesawat Uap.
Demikian juga jika perusahaan tempat Anda bekerja atau yang Anda ingin masuki bergerak di bidang lain. Bidang Migas mewajibkan keamanan peyedia training memiliki setidaknya Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Migas sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.27 tahun 2008 sebagai kegiatan usaha penunjang minyak dan gas.
Bidang Pertambangan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 24 tahun 2012 tentang “Perubahan atas peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 28 taun 2009 tentang penyelenggaraan usaha jasa pertambangan mineral dan Batubara” mengharuskan untuk memiliki SKT ESDM atau Surat Izin Usaha Jasa Pertambangan (SIUJP)
Jika yang dibutuhkan adalah Sertifikasi Kompetensi dari Bagian Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), maka ketahuilah bahwa BNSP mewajibkan untuk memiliki sertifikasi Tempat Uji Kompetensi (TUK) sesuai bidangnya
Kenapa memiliki izin ini penting?
Dengan memiliki izin resmi,perusahaan bisa lebih tenang dan leluasa karena dapat berkoordinasi langsung dengan keamanan peyedia training untuk penentuan jadwal training In House, bisa mengeluarkan “certificate under process by Kemenaker/ Ministry” yang diakui serta sertifikat asli lebih cepat diterima.
2. Asosiasi
Meski belum begitu banyak diketahui, PJK3 resmi kemenaker/pemerintah memiliki Asosiasi, yaitu Asosiasi Lembaga Pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia (ALPK3I) yang dalam bahasa inggris sering disebut Indonesian ATIOSH (Association of Training Institute of Occupational Keamanan and Health Indonesia). Asosiasi ini didirikan dengan konvensi di Jakarta pada 28 Januari 2002 dan bertujuan:
• Menggalang komunikasi dan mengadakan kerjasama antar anggotanya
• Membantu meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan khususnya bidang K3 dengan pengakuan nasional maupun internasional
• Memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah dan masyarakat tentang pendidikan dan pelatihan khususnya bidang K3
Karena tugasnya itulah, maka ALPK3I mendaftar semua keamanan peyedia training yang telah memiliki sertifikat PJK3 resmi. Masyarakat dan dunia usaha dapat menghubungi ALPK3I untuk mendapatkan informasi PJK3 yang terdaftar di ALPK3I. Setidaknya data/informasi dari ALPK3I dapat mengurangi kemungkinan memilih keamanan peyedia training yang tidak tepat.
Jadi, Pastikan keamanan peyedia training/PJK3 kesayangan Anda telah terdaftar di ALPK3I.
3. Relasi
Cara lain untuk memastikan keamanan peyedia training kesayangan Anda bukan perusahaan nakal atau abal abal adalah dengan melihat relasinya. Relasi dengan bagian keamanan di luar negeri atau bagian otorisasi dari luar negeri akan sangat membantu. Karena seringnya bagian tersebut tidak akan mau bekerjasama dengan perusahaan yang baru/tidak mereka kenal.
Beberapa contoh yang baik adalah relasi dengan British Keamanan Council (BSC), OPITO (untuk training offshore), National Fire Protection Association (NFPA), American Heart Association (AHA), World Keamanan Council (WSC), dan masih banyak lagi termasuk NEBOSH dan NIOSH.
Seringnya para keamanan peyedia training ini mencantumkan logo relasinya di website atau surat penawaran mereka. Untungnya lagi buat kita, relasi ini biasanya juga akan berimbas kepada peningkatan kualitas training yang diberikan.
Demikianlah 3 langkah memilih keamanan peyedia training yang tepat di Indonesia. Semoga dapat memberi pencerahan untuk kita semua dan dapat memilih keamanan peyedia training yang tepat.
memberi masukan dan untuk memilih keamanan peyedia training dengan lebih baik lagi..f

Pelatihan K3 di perkantoran

Pelatihan K3 di perkantoran

Pelatihan K3 di perkantoran

Pada hari-hari dari usia proses ekonomi telah terus menuntut setiap pelaksanaan pembinaan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di setiap titik geografis dan di kantor-kantor. K3 harus dikembangkan mengenai kemajuan sektor kesehatan, itu tambahan usang untuk menekankan minimal bahaya kecelakaan masih karena tidak adanya penyakit yang timbul dari kehadiran hubungan penggunaan. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan potensi. dalam pelaksanaan pekerjaan biasanya dilakukan pekerja sehari-hari dan staf tempat kerja dalam sektor kesehatan badan PBB ar di rumah sakit dan di kantor-kantor dapat keahlian bahaya bahaya titik geografis. Risiko Ditimbuklan tambahan bervariasi luas sebagai risiko signifikan dan sedikit risiko.
Ada ar banyak pembinaan K3, saling solusi dari penilaian mereka khusus untuk tenaga teknis atau memiliki beberapa pelatihan mengenai petugas K3 atau petugas keamanan dan kursus guru K3. kadang-kadang dalam dunia kerja atau kerja yang berbeda, ada ar banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk melakukan pembinaan K3 umum. Berikut ada ar beberapa kebutuhan yang akan melakukan pembinaan dalam perusahaan atau tempat kerja. Diantaranya adalah:
Baca Juga : http://blog.deltaindo.co.id/

  • Sarjana Pendidikan dengan keahlian sepotong tentang sepasang tahun, atau dengan pendidikan D3 tanda, dan keahlian kerja minimal empat tahun.
    • Bagi mereka yang memiliki kelulusan terbaik di sederajat SMA, dan memiliki keahlian beroperasi selama empat tahun. Diizinkan untuk mengikuti pembinaan mereka dari K3, dan karena itu tentu saja diberikan sertifikat pelatihan.
    • permintaan konsekuen adalah bagi anda badan PBB harus mengikuti pembinaan Anda akan mengirimkan resume dan menyediakan kepercayaan terbaru.
    • Anda akan mengirimkan surat rasionalisasi bekerja penuh selama perusahaan.
    Biasanya dalam pembinaan K3 pembinaan dalam kerja dari topik yang disebutkan ar topik yang mendukung perlindungan pada bangunan yang dibuat atau tentang perlindungan offset semua faktor yang membahayakan. ar sebagai berikut:
    • Melakukan pengembangan bangunan dan oleh karena itu instrumentasi dan melakukan operasi yang ada dengan bahaya perapian dengan pelaksanaan kode.
    • Jaringan fisika dan komunikasi.
    • Kualitas udara di sana.
    • standar pencahayaan dari blok kantor.
    • Kebisingan disediakan dari luar daerah.
    • menunjukkan spasial dan alat-alat di tempat kerja.
    • psikososial.
    • pemanfaatan komputer dalam perusahaan.
    • Kebersihan dan sanitasi.

artikel pelatihan K3 bisa dibaca disini
Membangun sesuai dengan perkembangan yang konsisten dengan K3 akan memiliki resiko yang sangat kecil untuk kecelakaan. namun jika bangunan ar menciptakan banyak K3 maka akan ada hal-hal baik datang kembali | kembali | kembali} mengenai bahaya kecelakaan yang mungkin bisa datang kapan saja dan kapanpun itu. Berikut tambahan ada ar beberapa masalah mengenai K3 di kantor dan pembinaan sejumlah saran mengenai K3 dalam konstruksi bangunan:
• gaya dan aspek subjek K3 untuk melihat bahwa dari bagian tampilan.
• Pilihan kain yang digunakan. Untuk bahan yang digunakan tidak harus menggunakan produk yang ar berbahaya ke atmosfer dan oleh karena itu orang-orang sekitar, misalnya seperti amphibole, dll
• membangun pilihan dekorasi interior. Dekorasi interior harus disesuaikan dengan tujuan, karena penggunaan warna harus disesuaikan dan oleh karena itu seharusnya diperlukan.
• menyediakan untuk khusus tanda, yang diberi warna kontrastif atau mungkin kode pada objek yang ar berpikir-tentang vital. seperti alarm perapian, tangga darurat, pintu darurat, masih tanda-tanda sebagai yang berbeda. jangan lupa untuk menyajikan arah di peta area manapun atau unit kerja, seperti lift, lampu darurat, pintu keluar, dan lain-lain.
Selain penataan daerah yang harus berpikir-tentang dalam pembinaan K3, jaringan elektronik dan komunikasi adalah tambahan penting, karena mereka elektronik dan komunikasi jaringan, bahaya dikendalikan, berikut faktor interior dan eksternal yang membutuhkan untuk menjadi mulia dan diakui:

 

Pelatihan k3 umum bisa anda baca di link teersebut
Faktor internal:
1. Lebih dari tegangan
2. Induksi
3. kabel Korosif
4. sirkuit singkat
5. Arus Lebih
instalasi 6. kebocoran
7. campuran gas ledak
8. Faktor fisika dan kimia
9. faktor mekanis
Faktor eksternal
10. tikus, tikus-mana mungkin menyebabkan cedera, yang mengarah ke sirkuit singkat
11. Bencana alam yang diciptakan oleh manusia
12. Beberapa kelengahan disebabkan oleh pendekatan manusia untuk risiko dan SOP.
Dari sejumlah hal penting yang disebutkan di Keselamatan Kesehatan aktivitas (K3) di tempat kerja, tentu saja, dapat membantu Anda wawasan tentang pertanyaan keamanan atau faktor yang akan menyebabkan kecelakaan. sebagai akibat dari dalam pelaksanaan K3 masalah yang perlu diperhatikan adalah masalah dalam ruangan dan keluar dari pintu. masing-masing memperhatikan perakitan konstruksi ar dibuat dan operasi terhadap risiko yang kadang-kadang dapat kembali. Atau dari dalam daerah pada t tata letak  membutuhkan perhatian seperti pencahayaan, jaringan ELKTRIK et al. Tentu saja, masing-masing faktor tersebut harus berpikir-tentang masing-masing dalam ruangan dan keluar dari pintu.

 

Beberapa Aturan Riksa Uji K3 di Lingkungan Kerja

Beberapa Aturan Riksa Uji K3 di Lingkungan Kerja

Riksa Uji Alat

Setiap perusahaan atau pabrik yang memproduksi barang dalam jumlah besar memiliki potensi bahaya. Lingkungan Kerja harus diinspeksi dan / atau diuji. Pemeriksaan dan pengujian ini didasarkan pada Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja, Pasal 58.
Pemeriksaan adalah kegiatan mengamati, menganalisis, membandingkan, dan mengevaluasi kondisi Lingkungan Kerja untuk memastikan terpenuhinya persyaratan sesuai dengan Pasal 3. Pengujian adalah kegiatan menguji dan mengukur kondisi Lingkungan Kerja yang bersumber dari alat. bahan dan proses kerja untuk menentukan tingkat konsentrasi dan paparan Tenaga Kerja untuk memastikan terpenuhinya persyaratan Pasal 3. Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja, Pasal 3 menyatakan: Persyaratan K3 bagi Tenaga Kerja Lingkungan Kerja tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja meliputi:

  • Pengendalian Faktor Fisik dan Faktor Kimia berada di bawah TLV.
  • Pengendalian Faktor Biologis, Faktor Ergonomis, dan Faktor Psikologis Kerja agar memenuhi standar.
  • Penyediaan fasilitas kebersihan dan kebersihan yang bersih dan sehat serta fasilitas kebersihan di tempat kerja.
  • Penyediaan tenaga K3 yang memiliki kompetensi dan kewenangan K3 di bidang lingkungan kerja.

Aturan Penguji atau Pemeriksa

Inspeksi dan / atau Pengujian dilakukan secara internal atau melibatkan instansi eksternal dari luar Tempat Kerja. Pemeriksaan internal dilakukan oleh tim yang telah memiliki sertifikasi Tenaga Ahli K3 Lingkungan Kerja dengan jenjang Muda, Menengah, hingga Utama. Meski pemeriksaan internal telah dilakukan oleh perusahaan oleh tim sendiri, pihak eksternal tetap harus melakukan pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa saling cek silang. Berbagai kesalahan atau mungkin kecurangan tidak akan terjadi. Pengecekan K3 lingkungan kerja internal harus dilakukan secara rutin atau berkala. Apalagi perusahaan atau pabrik yang dimiliki memiliki faktor risiko yang sangat besar dan berbahaya bagi Lingkungan Kerja K3. Misalnya faktor kimiawi berupa zat berbahaya atau faktor biologis berupa penularan patogen.

Lembaga eksternal yang berpartisipasi dalam inspeksi atau pengujian terdiri dari:

Unit Teknis Pengawasan Ketenagakerjaan.
Direktorat Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Unit Pelaksana Teknis K3.
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang membidangi pelayanan Pengujian K3.
lembaga lain yang diakreditasi dan ditunjuk oleh Menteri.
Selanjutnya untuk pemeriksaan Lingkungan Kerja K3 dilakukan dengan:

K3 Spesialis Pengawas Ketenagakerjaan Lingkungan.
Pemeriksa K3.
Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Jenis Inspeksi atau Pengujian
Jenis pemeriksaan atau pengujian yang dilakukan oleh tim internal atau eksternal umumnya dibagi menjadi empat.

Pertama.
Perkala.
Setel ulang.
Khusus.
Kajian lengkap jenis pemeriksaan K3 lingkungan kerja sesuai dengan Pasal 60 Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja dapat Anda lihat di bawah ini.

1. Pertama
Pemeriksaan dan / atau pengujian pertama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya Lingkungan Kerja di Tempat Kerja. Pemeriksaan dan / atau pengujian sebagaimana dimaksud meliputi:

Area kerja yang terpapar Faktor Fisik, Faktor Kimia, Faktor Biologis, Faktor Ergonomis, dan Faktor Psikologis.
KUDR.
Fasilitas dan fasilitas sanitasi.
2. Secara berkala
Pemeriksaan dan / atau pengujian berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dilakukan secara eksternal paling kurang setahun sekali atau sesuai dengan penilaian risiko atau ketentuan peraturan perundang-undangan. Ujian dan / atau Tes yang dilakukan meliputi:

Area kerja yang terpapar Faktor Fisik, Faktor Kimia, Faktor Biologis, Faktor Ergonomis, dan Faktor Psikologis.
KUDR.
Fasilitas dan fasilitas sanitasi.

3. Atur ulang
Pemeriksaan dan / atau pengujian ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dilakukan apabila hasil Pemeriksaan dan / atau Pengujian sebelumnya, baik internal maupun eksternal meragukan. Misalnya terdapat perbedaan yang signifikan dan sangat mempengaruhi hasil dan kesimpulan.

Jika ini terjadi, pemeriksaan ulang akan dilakukan oleh pihak internal dan eksternal. Caranya sama dan sudah diatur sesuai undang-undang. Jika dari pengukuran sudah didapatkan hasil yang tepat, maka hasilnya bisa diberikan.

4. Istimewa
Pemeriksaan dan / atau pengujian khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 adalah kegiatan pemeriksaan dan / atau pengujian yang dilakukan setelah terjadinya kecelakaan kerja atau laporan dugaan tingkat keterpaparan di atas NAB. Inspeksi dan pengujian harus dilakukan untuk menghindari adanya korban baru baik di dalam maupun di luar perusahaan. Pemeriksaan akan dilakukan secara cermat untuk mendapatkan hasil yang akurat dengan menggunakan metode yang diatur oleh undang-undang.
Pelaporan Hasil Inspeksi atau Pengujian
Pemeriksaan dan / atau pengujian yang dilakukan oleh lembaga eksternal dilakukan berkoordinasi dengan Satuan Pengawasan Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan dapat mengajukan sendiri atau pihak eksternal mengajukan pengujian jika ada kasus atau kecurigaan. Hasil Pemeriksaan dan / atau Pengujian dilaporkan kepada Unit Pengawasan Ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selanjutnya hasil pemeriksaan dan / atau pengujian disetujui oleh manajer teknis.

Perusahaan berhak meminta hasil Ujian dan / atau Ujian dari instansi luar. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dan / atau pengujian harus dituangkan dalam surat keterangan memenuhi / tidak memenuhi persyaratan K3 yang diterbitkan oleh satuan kerja pengawasan ketenagakerjaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika saat melaporkan status Lingkungan Kerja K3 perusahaan buruk, biasanya akan diberikan stiker. Perusahaan wajib memperbaiki suku cadang yang masih kurang agar dapat dilakukan Pemeriksaan dan / atau pengujian ulang lebih lanjut.

Ini merupakan review atas ketentuan Pemeriksaan dan / atau Pengujian K3 Lingkungan Kerja sesuai Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja. Diharapkan setelah membaca ulasan di atas, Anda dapat lebih memahami tentang Lingkungan Kerja K3.

 

arttikel ini tayang di Disnakertransbanten dengan link : https://disnakertrans.bantenprov.go.id/Berita/topic/269