Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pertambangan

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Di Bidang Industri
April 6, 2017
Langkah Aman Bekerja di Pabrik Manufacture
April 12, 2017

Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pertambangan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Pertambangan

pelatihank3tambangPengertian kerja tambang yaitu setiap tempat pegawaian yang bertujuan atau berhubungan langsung dengan pegawaian penyelidikan umum, eksplorasi, study kelayakan, konstruksi, operasi produksi, pengolahan/pemurnian dan pengangkutan bahan galian golongan a, b, c, termasuk sarana dan fasilitas penunjang yang ada diatas atau dibawah tanah/air, baik ada dalam satu wilayah atau tempat yang terpisah atau wilayah proyek.
Yang disebut kecelakaan tambang yakni :
1.    Kecelakaan Benar Terjadi
2.    Membuat Cidera Pegawai Tambang atau orang yang diizinkan di tambang oleh KTT
3.    Akibat Kegiatan Pertambangan
4.    Pada Jam Kerja Tambang
5.    Pada Wilayah Pertambangan

 

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/
Penggolongan Kecelakaan tambang
1.    Cidera Ringan (Kecelakaan Ringan)
Korban tidak dapat melakukan tugas semula lebih dari 1 hari dan kurang dari 3 minggu.
2.    Cidera Berat (Kecelakaan Berat)
Korban tidak dapat melakukan tugas semula lebih dari 3 minggu.
Berdasarkan cedera korban, yakni :
1.    Retak Tengkorak kepala, tulang punggung pinggul, lengan bawah/atas, paha/kaki
2.    Pendarahan di dalam atau pingsan kurang oksigen
3.    Luka berat, terkoyak
4.    Persendian lepas
Perbuatan membahayakan oleh pegawai mencapai 96% antara lain berasal dari :
1.    Alat proteksi diri (12%)
2.    Posisi kerja (30%)
3.    Perbuatan seseorang (14%)
4.    Perkakas (equipment) (20%)
5.    Alat-alat berat (8%)
6.    Tata cara kerja (11%)
7.    Ketertiban kerja (1%)
A. Tindakan Setelah Kecelakaan Kerja
Manajemen K3
1.    Pengorganisasian dan Kebijakan K3
2.    Membangun Target dan Sasaran
3.    Administrasi, Dokumentasi, Pelaporan
4.    SOP
Prosedur kerja standard yaitu cara melaksanakan pegawaian yang ditentukan, untuk memperoleh hasil yang sama secara paling aman, rasional dan efisien, walaupun dikerjakan siapapun, kapanpun, di manapun. Tiap-tiap pegawaian Harus memiliki SOP agar pegawaian bisa dilakukan secara benar, efisien dan aman.
Pedoman Peraturan K3 Tambang
1.    Ruang Lingkup K3 Pertambangan : Wilayah KP/KK/PKP2B/SIPD Tahap Eksplorasi/Eksploitasi/Kontruksi & Produksi/Pengolahan/Pemurnian/Sarana Penunjang
2.    UU No. 11 Th. 1967
3.    UU No. 01 Th. 1970
4.    UU No. 23 Th. 1992
5.    PP No. 19 Th. 1970
6.    Kepmen Naker No. 245/MEN/1990
7.    Kepmen Naker No. 463/MEN/1993
8.    Kepmen Naker No. 05/MEN/1996
9.    Kepmen PE. No. 2555 K/26/MPE/1994
10.    Kepmen PE No. 555 K/26/MPE/1995
11.    Kepmen Kesehatan No. 260/MEN/KES/1998
12.    Kepmen ESDM No. 1453 K/29/MEM/2000
Contoh dan Aplikasi K3
Alat Proteksi Diri (APD) yaitu kelengkapan yang harus berfungsi saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pegawai tersebut dan orang di sekitarnya. Kewajiban itu telah disepakati oleh pemerintah lewat Departement Tenaga Kerja Republik Indonesia Ada beberapa perlengkapan yang berfungsi untuk melindungi seorang dari kecelakaan maupun bahaya yang kemungkinan dapat terjadi. Peralatan ini harus berfungsi oleh seseorang yang bekerja, seperti :
1.    Pakaian Kerja
Tujuan pemakaian baju kerja yaitu melindungi tubuh manusia pada pengaruh yang kurang sehat atau yang bisa melukai badan.
2.    Sepatu Kerja
Sepatu kerja (safety shoes) adalah perlindungan pada kaki. Setiap pegawai butuh memakai sepatu dengan sol yang tebal agar bisa bebas berjalan dimana-mana tanpa terluka oleh benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah. Bagian muka sepatu harus cukup kerja agar kaki tidak terluka bila tertimpa benda dari atas.
3.    Kacamata kerja
Kacamata berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau serpihan besi yang berterbangan di tiup angin. Oleh karena itu mata perlu diberikan perlindungan. Biasanya pegawaian yang membutuhkan kacamata yaitu mengelas.
4.    Sarung Tangan
Sarung tangan begitu diperlukan untuk beberapa jenis pegawaian. Tujuan utama penggunaan sarung tangan yaitu melindungi tangan dari benda-benda keras dan mengangkat barang berbahaya. Pegawaian yang sifatnya berulang seperti mendorong gerobak secara terus menerus bisa mengakibatkan lecet pada tangan yang bersentuhan dengan besi pada gerobak.
5.    Helm
Helm sangat penting dipakai sebagai proteksi kepala dan telah adalah keharusan bagi setiap pegawai untuk menggunakannya dengan benar sesuai sama ketentuan.
6.    Tali Pengaman (Safety Harness)
Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diharuskan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1, 8 meter.
7.    Penutup Telinga (Ear Plug/Ear Muff)
Berfungsi sebagai proteksi telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
8.    Masker (Respirator)
Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara buruk (contoh berdebu, beracun, dll).
9.    Proteksi wajah (Face Shield)
Berperan sebagai proteksi wajah dari percikan benda asing saat bekerja (contoh pegawaian menggerinda)
B. Sistem manajemen k3 di pertambangan
Manajemen resiko (risk Management) Pertambangan yaitu satu proses interaksi yang dipakai oleh perusahaan pertambangan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menanggulangi bahaya ditempat kerja guna mengurangi resiko bahaya seperti kebakaran, ledakan, tertimbun longsoran tanah, gas beracun, suhu yang ekstrem, dll. Jadi, manajemen resiko (risk Management) adalah suatu alat yang bila berfungsi dengan cara benar akan menghasilkan lingkungan kerja yang aman, bebas dari ancaman bahaya di tempat kerja.
Mengenai Faktor Kemungkinan yang kerap didapati pada Perusahaan Pertambangan yaitu longsor di pertambangan umumnya datang dari gempa bumi, ledakan yang terjadi didalam tambang, dan keadaan tanah yang rentan mengalami longsor. Hal ini dapat pula disebabkan oleh tidak ada penyusunan pembuatan terowongan untuk tambang.
Kontrolling resiko diperlukan untuk mengamankan pegawai dari bahaya yang ada ditempat kerja sesuai sama persyaratan kerja Peran penilaian resiko dalam kegiatan pengelolaan di terima dengan baik di banyak industri. Pendekatan ini ditandai dengan empat step proses pengelolaan resiko manajemen resiko (risk Management) yaitu seperti berikut :
1.    Identifikasi resiko yaitu mengidentifikasi bahaya dan kondisi yang berpotensi menyebabkan bahaya atau kerugian (kadang-kadang disebut ‘kejadian yang tidak diinginkan’).
2.    Analisa resiko yaitu menganalisis besarnya resiko yang mungkin timbul dari peristiwa yg tidak diinginkan.
3.    Kontrolling resiko adalah memutuskan langkah yang pas untuk mengurangi atau mengendalikan resiko yang tidak bisa di terima.
4.    Mengaplikasikan dan memelihara kontrol aksi yaitu menerapkan kontrol dan meyakinkan mereka efektif.
Manajemen resiko (risk Management) pertambangan diawali dengan melaksanakan identifikasi bahaya untuk tahu aspek dan potensi bahaya yang ada yang akhirnya nanti sebagai bahan untuk dianalisa, pelaksanaan identifikasi bahaya diawali dengan membuat Standart Operational Procedure (SOP). Lalu sebagai langkah analisis dikerjakanlah observasi dan inspeksi. Sesudah dianalisa, aksi setelah itu yang butuh dikerjakan yaitu pelajari resiko untuk menilai seberapa besar tingkat resikonya yang selanjutnya untuk dilakukan kontrol atau kontrolling resiko.
Kegiatan kontrolling resiko ini ditandai dengan menyediakan alat deteksi, penyediaan APD, pemasangan rambu-rambu dan penunjukan personel yang bertanggung jawab sebagai pengawas. Setelah dikerjakan kontrolling resiko untuk aksi pengawasan yaitu dengan melakukan monitoring dan peninjauan lagi bahaya atau resiko.

Peran K3 sebagai salah satu sistem program yang di buat untuk para pekerja ataupun entrepreneur, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan bisa menjadi sebuah usaha preventif akan munculnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat interaksi kerja dalam lingkungan kerja. Pelaksanaan K3 diawali dengan cara mengetahui penyebab yang berpotensi bisa menimbulkan kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, dan aksi antisipatif apabila terjadi hal demikian.
Saran
Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pembangunan karena sakit dan kecelakaan kerja akan dapat menimbulkan kerugian ekonomi (lost benefit) sebuah perusahaan, kerugian pada seorang pekerja, bahkan juga kerugian pada Negara. Oleh karena itu kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola dengan cara yang maksimal bukan saja oleh tenaga kesehatan namun semua orang-orang khusunya orang-orang pekerja di pertambangan itu guna meminimalisir segala kerugian yang bisa terjadi.

Comments

comments

DeltaIndo Consultant & Training
DeltaIndo Consultant & Training
Telp : (021) 888 69 010 / 888 69 021 Fax : (021) 888 68 969 Email : deltaindonesia@gmail.com Alamat : Komp. Ruko Suncity Square H-20 Jl. M. Hasibuan Margajaya – Bekasi

Powered by rumahentrepreneur.org anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com