Perlengkapan dan Peralatan K3

Pelatihan K3 di Bidang IT
April 20, 2017
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bidang Manufaktur
April 22, 2017

Perlengkapan dan Peralatan K3

Perlengkapan dan Peralatan K3

By : Taufiqullah Neutron (Masteropik)
Perlengkapan dan peralatan penunjang program K3, meliputi:

Perlengkapan dan Peralatan K3

Promosi program K3; yang terdiri dari:

− pemasangan bendera K3,
bendera RI, bendera perusahaan.
− Pemasangan sign-board K3 yang berisi antara lain slogan-slogan yang mengingatkan perlunya be-kerja dengan selamat

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

Sarana peralatan yang melekat pada orang atau disebut perlengkapan perlindungan diri (personal protective equipment), diantaranya:

– Pelindung mata dan muka

Kaca mata safety (gambar 1.7a) merupakan peralatan yang paling banyak digunakan sebagai pelindung mata. Meskipun terlihat sama dengan kacamata biasa, namun kaca mata safety lebih kuat dan tahan benturan serta tahan panas dari pada kaca mata biasa. Goggle memberikan perlindungan yang lebih baik dibandingkan safety glass sebab lebih menempel pada muka (gambar 1.7b) Pelindung muka (gambar 1.8a) memberikan perlindungan menyeluruh pada muka dari bahaya percikan bahan kimia, obyek yang beterbangan atau cairan besi. Banyak dari pelindung muka ini dapat digunakan bersamaan dengan menggunakanan helm. Helm pengelas (gambar 1.8b) memberikan perlindungan baik pada muka dan juga mata. Helm ini menggunakan lensa penahan khusus yang menyaring daya cahaya serta energi panas yang dihasilkan dari kegiatan pengelasan.

− Pelindung pendengaran, dan jenis yang paling banyak digunakan:
foam earplugs, PVC earplugs, earmuffs (gambar 1.9)

− Pelindung kepala atau helm (hard hat) yang melindungi kepala karena memiliki hal berikut: lapisan yang keras, tahan dan kuat terhadap benturan yang mengenai kepala; sistem suspensi yang ada didalamnya bertindak sebagai penahan goncangan; beberapa jenis dibuat tahan terhadap sengatan listrik; serta melindungi kulit kepala, muka, leher, dan bahu dari percikan, tumpahan, dan tetesan. Jenis-jenis pelindung kepala seperti pada gambar 1.10, antara lain: Kelas G untuk melindungi kepala dari benda yang ; dan melindungi dari sengatan listrik sampai 2.200 volts. Kelas E untuk melindungi kepala dari benda yang , dan dapat melindungi dari sengatan listrik sampai 20.000 volts. Kelas F untuk melindungi kepala dari benda yang , TIDAK melindungi dari sengatan listrik, dan TIDAK melindungi dari
bahan-bahan yang merusak (korosif)

− Pelindung kaki berupa sepatu dan sepatu boot, seperti terlihat pada
gambar 1.11a-g, antara lain:

a) Steel toe, sepatu yang dimodel untuk melindingi jari kaki dari kena benda
b) Metatarsal, sepatu yang dimodel khusus melindungi seluruh kaki dari untukan tuas sampai jari
c) Reinforced sole, sepatu ini dimodel dengan bahan penguat dari besi yang akan melindungi dari tusukan pada kaki
d) Latex/Rubber, sepatu yang tahan terhadap bahan kimia dan memberikan daya cengkeram yang lebih kuat pada permukaan yang licin.
e) PVC boots, sepatu yang melindungi dari lembab dan membantu berjalan di tempat becek
f) Vinyl boots, sepatu yang tahan larutan kimia, asam, alkali, garam, air dan darah
g) Nitrile boots, sepatu yang tahan terhadap lemak hewan, oli, dan bahan kimia

− Pelindung tangan berupa sarung tangan dengan jenis-jenisnya seperti terlihat pada gambar 1.12a-g,antara lain:
a) Metal mesh, sarung tangan yang tahan terhadap ujung benda yang tajam dan melindungi tangan dari terpotong
b) Leather gloves, melindungi tangan dari permukaan yang kasar.
c) Sarung tangan karets, melindungi tangan dari bahan kimia beracun
d) Rubber gloves, melindungi tangan saat bekerja dengan listrik
e) Padded cloth gloves, melindungi tangan dari sisi yang tajam, bergelombang dan kotor.
f) Heat resistant gloves, melindungi tangan dari panas dan api
g) Latex disposable gloves, melindungi tangan dari bakteri dan kuman

− Pelindung bahaya  dengan jenis-jenis antara lain: (gambar 1.13)

a) Full Body Hardness(Pakaian penahan Bahaya ), sistim yang dibuat untuk menyebarkan tenaga benturan atau goncangan pada saat melalui pundak, paha dan pantat.

Pakaian penahan bahaya  ini dibuat dengan model yang nyaman untuk si menggunakan dimana pengikat pundak, dada, dan kaitan paha dapat disesuaikan menurut menggunakannya. Pakaian penahan bahaya  ini dilengkapi dengan cincin “D” (high) yang terletak dibelakang dan di depan dimana tersambung kaitan pengikat, kaitan pengaman atau alat penolong lain yang dapat dipasangkan

b) Life Line (kaitan kaitan), kaitan kaitan lentur dengan kekuatan tarik minimum 500 kg yang salah satu ujungnya diikatkan ketempat kaitan dan menggantung secara vertikal, atau diikatkan pada tempat kaitan yang lain untuk digunakan secara horisontal
c) Anchor Point (Tempat Kaitan), tempat menyangkutkan kaitan yang sedikitnya harus mampu menahan 500 kg per pekerja yang menggunakan tempat kaitan tersebut. Tempat kaitan harus dipilih untuk mencegah kemungkinan . Tempat kaitan, jika memungkinkan harus ditempatkan lebih tinggi dari bahu menggunakannya

d) Lanyard (Kaitan Pengikat), kaitan pendek yang lentur atau anyaman kaitan, digunakan untuk menghubungkan pakaian pelin-dung pekerja ke tempat kaitan atau kaitan kaitan. Panjang kaitan pengikat tidak boleh melebihi 2 meter dan harus yang kancing kaitannya dapat mengunci secara mekanisme
e) Refracting Life Lines (Pengencang Kaitan kaitan), komponen yang digunakan untuk mencegah agar kaitan pengikat tidak terlalu Kaitan tersebut akan memanjang dan memendek secara mekanisme pada saat pekerja naik maupun pada saat turun.

Comments

comments

Powered by rumahentrepreneur.org anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com