Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Di Bidang Industri

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Di Bidang Industri

  1. Definisi

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja adalah bagian dari sistem manjemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab, implementasi, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka penanganan risiko yang berkaitan dengan aktivitas kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan efektif. 

Baca Juga : http://deltaindo.co.id
B. Tujuan Dan Sasaran K3

Menciptakan suatu sistim keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan menyangkut unsur manajemen, pekerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mengelakkan dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan efektif.

Sebagai mana yang telah tercantum didalam Undang Undang No. 1 Tahun 1970

Tentang : Keselamatan Kerja

  1. Setiap pekerja berhak mendapat proteksi atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional
  2. Setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya
  3. Sahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien
  4. Bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala usaha untuk membina norma-norma proteksi kerja
  5. Bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi.
  1. Rambu – rambu keselamatan kerja
    1. Larangan

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Di Bidang Industri

Gambar lingkaran dengan diagonal berwarna merah di atas putih. Peringatan tersebut berarti suatu larangan. Contoh: sebatang rokok sedang sudah di bakar dengan warna hitam, berarti larangan merokok.

  1. Perintah

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Di Bidang Industri

Gambar putih di atas biru mempunyai arti suatu perintah, contoh :

  • Helm Safety

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Di Bidang Industri

Berkegunaan sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.

  • Safety Belt

pelatihank3safetybelt

Berkegunaan sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun instrumen lain yang sejenis (mobil,pesawat, alat berat, dan lain-lain).

  • Sepatu Karet (sepatu boot)

pelatihank3sepatukaret

Berkegunaan sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk memproteksi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

 

Lihat Pelatihan K3

  • Sepatu pelindung (safety shoes)

pelatihank3sepatupelindung

Seperti sepatu biasa, tapi dari terbuat dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berkegunaan untuk mengelakkan kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertiban benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.

  • sarung tangan

pelatihank3sarungtangan

Berkegunaan sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan kegunaan masing-masing pekerjaan.

  • Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)

pelatihank3penutuptelinga
Berkegunaan sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.

  • Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)

pelatihank3kacamatapengaman

Berkegunaan sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).

  • Masker (Respirator)

pelatihank3maskerBerkegunaan sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan mutu udara buruk (misal berdebu, beracun, dsb).

  • Pelindung wajah (Face Shield)

pelatihank3pelindungwajah

Berkegunaan sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja ( misal pekerjaan menggerinda ).

  • Jas Hujan (Rain Coat)

pelatihank3jashujan

Berkegunaan memproteksi dari percikan air saat bekerja ( tanda bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat ).

  1. Peringatan

pelatihank3peringatan

Tanda peringatan ini berbentuk segitiga dengan warna hitam diatas putih.

  1. Pemberitahuan

pelatihank3pemberitahuan

Tanda/petunjuk ini berbentuk segi empat dengan gambar sebuah palang tengah-tengah warna putih di atas hijau. Peringatan Ini berarti tempat untuk memberikan pertolongan pada waktu terjadi kecelakaan atau PPPK.

  1. Akibat yang ditimbulkan apabila mengindahkan K3 di atas

Kecelakaan kerja tidak terjadi begitu saja, kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau kondisi yang tidak aman. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan merupakan nilai tersendiri dari teknik keselamatan. Hal tersebut menunjukkan cara yang lebih baik selamat untuk melenyapkan kondisi kelalaian dan memperbaiki kesadaran mengenai keselamatan setiap karyawan pabrik. Dari hasil analisa kebanyakan kecelakaan biasanya terjadi karena mereka lalai ataupun kondisi kerja yang kurang aman.

Di dalam menganalisa pekerjaan seorang pekerja, teknisi keselamatan dapat mengantisipasi kemungkinan kesukaran dan ketergantungan di dalam bekerja. Sebagai contoh, jika analisanya dapat berjalan dengan lancar untuk menjalankan roda gigi dan memakai tangannya tanpa kesukaran, menunjukkan bahwa ia mampu menjalankan mesin dengan baik walaupun mesin tadi dapat ditinggal-tinggal.

Dengan cara yang sama bahwa analisa metode suatu pekerjaan terhadap elemen-elemennya untuk menganalisa gerak pribadi dan waktu masing-masing, atau dengan cara yang sama meneliti analisa seperti aspek-aspek suatu tingkatan pekerjaan, tanggung jawab dan juga pelatihan, analisa keselamatan juga memandang tugas dari seorang operator untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Sebelum menyelesaikan suatu studi kasus, analisa keselamatan harus bisa menentukan, tujuan setiap pekerjaan. Jika fakta-fakta tersebut ditentukan sebelumnya, menyaring dan penempatan, kedua perusahaan dan pekerja mendapatkan keuntungan.

  1. Penyelidikan Terhadap Kecelakaa

Walaupun analisa keselamatan kerja dan penyelidikan terhadap pabrik dapat mengelakkan kecelakaan, beberapa kecelakaan masih akan terjadi sebagai bukti kekurangan dari manusia. Ketika kecelakaan terjadi, melalui penyelidikan mungkin akan mengetahui bahaya yang sering terjadi dan sebagai koreksi pekerjaan dalam suatu pabrik, kegagalan penyelidikan dapat mengakibatkan kecelakan yang fatal hingga menyebabkan kematian.

Tanpa sebab penyelidikan kecelakaan seharusnya direncanakan dengan menunjukkan bagian pekerjaan ini yang salah dalam bekerja. Tujuan penyelidikan adalah memberikan fakta-fakta agar kecelakaan tidak terulang kembali. Lebih baik memberi peringatan daripada setelah terjadinya suatu kecelakaan,Dan kenyataan bahwa kecelakaan tidak terjadi selama beberapa kecelakaan yang ada, tidak menjamin bahwa kecelakan itu tidak mungkin terjadi lagi.

  1. Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Tujuan pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja adalah mengelakkan terjadinya kecelakaan. Cara efektif untuk mengelakkan terjadinya kecelakaan, harus diambil tindakan yang tepat terhadap pekerja dan perlengkapan, agar pekerja memiliki konsep keselamatan dan kesehatan kerja demi mengelakkan terjadinya kecelakaan.

Sumber : http://neineni.blogspot.com/2013/03/keselamatan-dan-kesehatan-kerja-k3-di.html

 

Pentingnya Penerapan Pelatihan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) pada sebuah Perusahaan

Pentingnya Penerapan Pelatihan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) pada sebuah Perusahaan.

Pentingnya Penerapan Pelatihan Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) pada sebuah PerusahaanPelatihan K3 Menurut Anggoro, penerapan K3 di suatu perusahaan itu sangat penting karena merupakan salah satu syarat pemenuhan aspek legalitas hukum yang berhubungan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan UU Nomor 40 Tahun 2001 mengenai Pembinaan Hubungan Industrial serta peraturan dan perundang-undangan lainnya.. “Selian itu, hal positif lainnya ialah perusahaan tersebut akan mendapatkan citra yang bagus. Biasanya juga menjadi tuntutan konsumen,” katanya.

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/
Anggoro menambahkan untuk perusahaan atau industry kecil pada umumnya belum sepenuhnya mampu melakukan penerapan aspek k3 dengan baik. Hal ini biasanya dilatarbelakangi oleh masalah biaya. “Padahal kalau ditelaah lebih jauh lagi, biaya K3 bukan cost melainkan investasi. Missal saja terjadi accident kemudian pekerja meninggal, berapa hari pekerjaan akan terhenti, pencitraannya juga jadi buruk, dan otomatis produksi stop,” tambahnya.
Belakangan ini ada kabar bahwa  Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menekankan pentingnya meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja di Negara-negara Asia dan Eropa.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengatakan dalam era globalisasi ini, terutama dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional, azas penerapan K3 merupakan syarat utama yang berpengaruh besar terhadap nilai investasi, kualitas dan kuantitas produk, kelangsungan usaha perusahaan serta daya saing sebuah negara.

Info Pelatihan K3
”Jadi kesadaran dan kerja sama dari semua pihak untuk mendukung penerapan K3 sebagai salah satu upaya menarik investasi dan meningkatkan pembangunan perekonomian di Negara-negara Asia dan Eropa, kata Muhaimin.
”Dengan adanya perlindungan kerja yang maksimal, dapat dipastikan akan berpengaruh pada ketenangan bekerja, produktifitas, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja, ”kata Muhaimin.

Ditambahkan Muhaimin, dengan adanya penerapan K3 dalam aktivitas kerja , diharapkan dapat menekan terjadinya kasus- kasus kecelakaan kerja yang selama ini banyak terjadi pada sector konstruksi, perhubungan baik darat, laut, dan udara, pertambangan serta sector lainnya

Muhaimin menegaskan selain melaksanakan fungsi pembinaan, Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan kepastian hukum dan penegakan hukum terhadap pelaksanaan norma-norma ketenagakerjaan, termasuk penerapan K3 di perusahaan-perusahaan. Hal ini telah dilakukan Kemenakertrans dengan melakukan revitalisasi pengawasan ketenagakerjaan di Indonesia.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Area Perkantoran

Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Area Perkantoran

Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Area Perkantoran – membutuhkan komitmen yang tinggi agar dapat dilaksanakan nya K3 ini.

pelatihan_k3_

Pada zaman golbalisasi ini membutuhkan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu meningkatkan dan mengembangkan K3 dibagian kesehatan dalam rangka meminimalisir serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi.

Dalam pelaksanaan pegawaian keseharian karyawan/pegawai di bagian kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan berbagai resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bermacam macam mulai dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat sesuai dengan jenis pegawaiannya.

Baca Juga :  http://deltaindo.co.id/training/2015-11-18-15-21-34/ahli-k3-umum.html

Dari hasil penelitian di sarana dan prasaran kesehatan pada Rumah Sakit, sekitar 1.505 pegawai wanita di Rumah Sakit Paris telah mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan yag terjadi tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga bahwa pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit ditemukan sekitar 566 perawat wanita yang adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi yang antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan.

Di dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Area Perkantoran, sebuah studi tentang bangunan kantor modern di Singapura telah dilaporkan bahwa ada sekitar 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Mereka umumnya mengeluhkan bahwa sering terjadi cepat lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%.

Anda bisa baca artikel pelatihan k3 di sini

Di dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pada pasal 23 tentang kesehatan kerja disebutkan bahwa usaha kesehatan kerja wajib dilaksanakan untuk setiap tempat kerja, pada khususnya untuk tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang lebih besar bagi pegawai agar supaya dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat di sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Area Perkantoran ini akan bersambung ke artikel berikutnya….

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja

Perusahaan yang profesional pasti menginginkan proses produksi dalam lantai produksi berjalan lancar dan tidak ada kendala termasuk dengan kecelakaan kerja. Jika dalam perusahaan sering mengalami kecelakaan kerja maka hal tersebut sangat merugikan bagi perusahaan itu sendiri. Faktor kerugian dapat berasal dari sisi produktivitas yang mana jika sering terjadi kecelakaan tentu akan menurunkan produktivitas sehingga permintaan konsumen tidak akan tercapai. Dengan tidak tercapainya tersebut akan membuat konsumen memilih produsen lain yang dapat memenuhi kebutuhanya secara penuh sesuai dengan permintaan. Faktor lain yang terjadi jika sebuah perusahaan tersebut sering mengalami kecelakaan kerja adalah citra perusahaan dimata masyarakat akan tidak bagus. Bahkan dengan citra yang tidak bagus tersebut akan membuat ketakutan bagi para pekerja untuk tidak bekerja di perusahaan tersebut karena akan membahayakan nyawanya. Untuk itu dengan adanya masalah tersebut harus anda pelatihan K3 yang akan berdampak langsung bagi para pekerja dalam meningkatkan produktivitas.

 

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

 

Pelatihan K3 memang saat ini sedang banyak diprogramkan oleh pihak perusahaan karena dengan adanya training K3 tersebut membuat para pekerja tahu mengetahui cara bekerja yang aman dan nyaman. Serta dapat memberikan bagaimana cara berhadapan dengan mesin sehingga tidak membahayakan bagi perusahaan tersebut. dalam kesempatan ini akan diulas mengenai pentingnya pelatihan tersebut dalam dunia pekerjaan baik bagi pekerjanya atau bagi perusahaan itu sendiri. Dan berikut adalah penjelasan mengenai hal tersebut :

  1. Bagi pekerja sendiri akan memberitahukan ilmu yang penting dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Karena saat ini masih banyak pekerja yang tidak mengetahui dasar-dasar tentang K3 sehingga masih banyak kecelakaan yang terjadi karena kesalahan dari manusia itu sendiri.
  2. Bagi perusahaan akan bermanfaat disisi produktivitasnya karena jika semua pekerja mengetahui tentang prinsip dasar K3 maka tidak akan terjadi kecelakaan kerja sehingga akan meningkatkan produktivitas secara signifikan. Dengan meningkatnya produktivitas maka akan memberikan keuntungan disisi finansial karena dapat memenuhi permintaan konsumen yang sangat banyak.
  3. Bagi pekerja juga akan berdampak pada pekerjaan mereka karena ketika dalam sebuah perusahaan tidak menerapkan K3 yang baik maka mereka akan protes karena memiliki pengetahuan tentang prinsip dasar K3 sehingga cepat atau lambat akan diperbaiki sesuai dengan prinsip K3 tersebut.

Dalam pelatihan K3 yang paling terpenting adalah kemauan dari pekerja untuk menerapkanya dalam sebuah pekerjaan sehingga pada saat mereka bekerja dapat selesai dengan rasa aman dan nyaman. Selain itu pada pelatihan tersebut terdapat pelatihan K3 umum yang dapat digunakan disemua pekerjaan baik bersifat jasa, kontruksi atau manufaktur sehingga pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi anda yang bekerja dalam ketiga bidang tersebut. akan tetapi pada era sekarang para pekerja hanya membutuhkan satu bidang sehingga untuk mengetahui secara rinci bagaimana tiap pelatihan bersinergi dengan bidang pekerjaan. Dan berikut adalah penjelasan mengenai hal tersebut :

  1. Pelatihan dalam bidang jasa.

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja Jika anda hanya mengetahui bahwa prinsip K3 hanya digunakan pada bidang manufaktur maupun dalam bidang kontruksi maka pemahaman anda kurang luas. Dalam bidang jasa juga mempunyai prinsip dasar K3 yang mana para pekerjanya dilengkapi dengan fasilitas K3 untuk menjalani pekerjaanya sehingga mereka merasa nyaman saat bekerja dengan fasilitas yang disewakan oleh pihak perusahaan tersebut. seperti contoh seorang supir taksi yang diberi argo otomatis sehingga mereka tidak perlu memikirkan berapa uang yang harus dibayar oleh penumpang sehingga tidak membuat para supir taksi tersebut bingung.

  1. Pelatihan dalam bidang manufaktur.

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja Dalam bidang manufaktur merupakan prinsip K3 yang sering digunakan karena dalam bidang manufaktur biasanya pekerja dihadapkan pada mesin yang berjalan. Oleh karena itu dengan mesin tersebut maka pekerja wajib mengetahui prinsip K3.

  1. Pelatihan dibidang kontruksi.

Pelatihan K3 Sangat Penting Bagi Para Pekerja Dalam bidang kontruksi adalah yang paling sering digunakan karena dalam bidang kontruksi wajib menggunakan prinsip K3 yang benar untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada tiap pekerja.

Dari beberapa bidang yang dijelaskan tentang pelatihan tersebut tentunya dapat anda pilih dengan bidang pekerjaan yang sedang anda geluti saat ini. Dalam semua bidang pekerjaan pasti dibekali dengan sebuah pelatihan namun pelatihan tentang K3 juga perlu ditekankan untuk memberikan rasa nyaman pada pekerja itu sendiri.

Pentingnya pelatihan tersebut juga dibekali dengan ilmu lain yang mendukung keahlian anda sehingga dalam sebuah pekerjaan dapat anda kerjakan dengan lancar. Sehingga perusahaan akan puas dengan kinerja anda karena pekerjaannya baik serta tetap menggunakan prinsip K3.

Selain itu pentingnya pelatihan K3 juga dapat menumbuhkan sistem kerja sama dari setiap pekerja dengan pekerja lain untuk mendukung produktivitas sehingga memenuhi kebutuhan. Akan tetapi hal tersebut harus ada kerja sama dari perusahaan untuk mewujudkan hal tersebut agar bersinergi dengan tepat.

Training Pelatihan K3 untuk Umum yang disarankan

Training Pelatihan K3 untuk Umum yang disarankan

Training Pelatihan K3 untuk Umum

adalah pelatihan yang wajib dilakukan  perusahaan untuk memenuhi peraturan dari kemenakkertrans ( 021 ) 88869010, 88869021

Pelatihan K3 untuk umum dan training merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan dari ahli-ahli K3 yang berada di perusahaan, dan tentunya nanti akan membantu mengembangkan K3 di perusahaan. Training K3 umum merupakan salah satu bentuk seleksi maupun bentuk penilaian khusus bagi setiap orang maupun tenaga teknis tertentu. Dimana tenaga teknis yang pernah mengikuti kursus petugas K3 atau safety officer maupun kursus tentang instruktur K3 yang memiliki minat menjadi seorang ahli K3 seperti yang telah ditetapkan dalam UU No 1 tahun 1970 dan peraturan tentang pelaksanaannya. Biasannya dalam melakukan pelatihan tentang K3 umum sekurang-kurangnya 120 jam, atau kurang lebih selama 12 hari efektif.

 

Berikut ada beberapa sasaran dalam program training pelatihan Ahli K3 umum. Diantaranya adalah:

  • Mampu menjalankan tugas dan wewenang mengenai tanggung jawab dari ahli K3.
  • Dapat menjelaskan tentang hak dan pekerja dalam bidang K3.
  • Mampu menjelaskan kepada pengusaha mengenai upaya apa saja dalam K3 yang dapat menguntungkan bagi perusahaan.
  • Dapat menjelaskan tentang tujuan dan sistem manajemen dari K3.
  • Dapat menjelaskan mengenai sistem pelaporan tentang kecelakaan.
  • Bisa menganalisa kasus dalam kecelakaan, mengetahui faktor yang menyebanbkan terjadinya kecelakaan, dan juga dapat menyiapkan laporan mengenai kecalakaan yang terjadi pada pihak yang terkait.
  • Dapat mengenal P2K3, yaitu tugas, tanggung jawab dan wewenang dalam organisasi tersebut. Selain itu juga bisa mengenal pembinaan dan pengawasan dari K3 di tingkat perusahaan Nasiunal maupun perusahaan Internasional.
  • Mampu mengidentifikasi mengenai obyek pengawasan dari K3.
  • Dapat mengetahui persyaratan dan juga pemenuhan dari peraturan tentang perundang-undangan yang ada di tempat kerja.
  • Mengetahui persyaratan apa saja tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kerja.
  • Dapat mengetahui proses dari audit dan ruang lingkup untuk mengukur tingkat pencapaian.

Para calon pelatihan K3 tentunya harus memiliki pendidikansarjana, maupun sarjana muda atau sederajad. Yaitu dengan memiliki ketentuan sarjana dengan memiliki pengalaman kerja sesuai bidang dalam keahliannya minimalnya yaitu kurang dari 2 tahun, ataupun sarjana muda ataupun sederajad dengan memiliki pengalaman kerja sekurang-kurangnya 4 tahun. Biasanya dalam mengikuti pelatihan training ahli K3 umum juga memiliki modul, diantaranya kebijakan K3, UU No 1 tahun 1970, dasar-dasar dari K3, P2K3, K3 dalam penanggulangan kebencanaan, Pengawasan K3 dalam kelistrikan, K3 dalam pesawat Uap, K3 tentang bejana tekan, K3 tentang kemekanikan, K3 dalam konstruksi bangunan, K3 dalam pengawasan kesehatan kerja, sistem manajemen K3, pengawasan dalam lingkungan kerja, manajemen resiko, Audit SMK3, kestatistikan mengenai laporan kecelakaan, analisa tentang kecelakaan, kunjungan lapangan dan yang terakhir adalah seminar

Instruktur mengenai Training K3 / Training Pelatihan K3 untuk Umum dalam ahli K3 umum yaitu instruktur senior yang berkompeten dan memiliki pengalaman dari K3 di bidangnya, dan tentunya sering memberikan beberapa materi di setiap penyelanggaraan training dari ahli K3 umum. Seritifikasidari training K3 umum juga akan diberikan sertifikat dan penunjukan dari ahli K3 umum yang diikuti oleh pelatihan anda.

Berikut akan dijelaskan mengenai syarat – syarat dari peraturan perundang – undangan dalam melakukan pelatihan K3, diantaranya adalah:

  • Agar dapat mencegah terjadinya kecelakaan, maupun dapat mengurangi terjadinya kecelakaan.
  • Dapat mencegah dan mengurangi terjadinya kebakaran. Selain itu juga tentunya mampu memadamkan terjadinya kebakaran.
  • Dapat mencegah dan mengurangi terjadinya bahaya peledakan.
  • Dapat memberikan kesempatan atau jalan untuk dapat menyelamatkan diri pada waktu terjadinya kebakaran, maupun terjadinya hal – hal yang berbahaya.
  • Dapat memberikan pertolongan pada terjadinya kecelakaan.
  • Dapat mencegah terjadinya penyebaran suhu, debu, kelembaban, kotoran, asap, uap, gas, cuaca, sinar radisasi, hembusan angin, dan juga terjadinya suara dan getaran.
  • Dapat mencegah dan dapat mengendalikan terjadinya timbulan penyakit akibat dari kerja, baik yang bersifat fisik, psikis, keracunan, infeksi, maupun jenis penyakit lain yang dapat menular.
  • Dapat memperoleh penerangan yang sesuai.
  • Dapat memberikan suhu dan udara yang baik.
  • Dapat memberikan penyelenggaraan udara yang cukup.
  • Memberikan pemeliharaan kebersihan dan ketertiban.
  • Memperoleh keamanan dan dapat memperlancar pengangkutan orang maupun binatang, dan tentunya mahluk hidup lain seperti tanaman.
  • Dapat mengamankan pekerjaan bongkar muat dan dapat memperlakukan penyimpanan barang.
  • Dapat mencegah terjadinya aliran listrik yang sangat berbahaya.
  • Dapat menyesuaikan dalam melakukan penyempurnaan dalam pengamanan pada pekerjaan yang sangat berbahaya dan dapat mengalami resiko kecelakaan yang lebih tinggi.

Tentunya banyak manfaat yang didapat jika mengikuti pelatihan maupun Training Pelatihan K3 untuk Umum itu sendiri. Karena dalam pelatihan yang diajarkan dalam training ini tidak hanya berguna bagi oranglain, maupun orang disekitar, namun juga berfungsi untuk diri sendiri. Karena pelatihan K3 ini juga diajarkan tentang perlindungan  untuk diri sendiri, dimana K3 ini berfungsi untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan pada saat akan bekerja maupun sedang bekerja. Banyak manfaatnya bukan jika mengikuti pelatihan dari K3 ini. Tentunya jika anda sudah mengikuti Training Pelatihan K3 untuk Umum, anda juga wajib mengaplikasinya dalam kegiatan anda bekerja.

Pelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoran

Pelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoran

Pelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoran

Biasanya akan dimulai dengan sebuah aturan yang sudah dibuat di perusahaan tersebut hubungi

(021) 88869010, 88869021

Pelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoran

Pada zaman era globalisasi selalu menuntut setiap pelaksanaan pelatihan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) pada setiap tempat kerja maupun dalam perkantoran.  Perlu dikembangkan mengenai peningkatan K3 dalam sektor kesehatan, hal ini juga dilakukan dalam rangka menekankan dengan seminimal mungkin dari adanya resiko kecelakaan maupun dalam adanya penyakit yang timbul dari adanya dengan hubungan kerja. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Dalam pelaksanaan pekerjaan yang biasa dilakukan sehari-hari para karyawan maupun pekerja kantor pada sektor kesehatan yang berada di rumah sakit maupun di perkantoran akan mengalami dengan bahaya resiko ditempat kerja. Dengan Pelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoran Resiko yang ditimbuklan juga sangat bervariasi seperti resiko besar maupun resiko kecil.

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

Ada beberapa training K3, sebagai salah satu bentuk solusi dari adanya penilaian khusus bagi seorang tenaga teknis ataupun pernah mengikuti kursus tentang petugas K3 atau safety officer dan juga kursus instruktur K3 . Biasanya di dunia perkantoran atau pekerjaan lainnya, ada beberapa syarat yang memang harus dipenuhi untuk melakukan pelatihan K3 umum. Berikut ada beberapa persyaratan yang bisa melakukan pelatihan dalam perusahaan ataupun perkantoran. Diantaranya adalah:

  • Pendidikan Sarjana dengan memiliki pengalaman kerja sekitar 2 tahun, atau pendidikan dengan minimal D3, dan memiliki pengalaman kerja paling sedikit 4 tahun.
  • Bagi yang memiliki kelulusan tertinggi yaitu duduk di bangku SMA sederajad, dan memiliki pengalaman kerja selama 4 tahun. Diperkenankan dalam mengikuti adanya pelatihan dari K3, dan tentunya nanti akan diberikan sertifikat pelatihan.
  • Persyaratan selanjutnya adalah bagi anda yang ingin mengikuti pelatihan anda dapat menyerahkan daftar riwayat hidup dan memberikan ijazah pendidikan terakhir.
  • Anda dapat menyerahkan surat tentang keterangan bekerja penuh di suatu perusahaan.

Biasanya dalam mengikuti pelatihan pelatihan K3 umum dalam perkantoran topik yang dibahas adalah topik yang menunjang tentang keselamatan pada sebuah gedung yang dibuatnya ataupun tentang keselamatan yang mengimbangi dari semua faktor yang membahayakan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Melakukan konstruksi dari gedung beserta perlengkapan yang ada dan melakukan operasional dengan bahaya kebakaran dengan kode pelaksanaannya.
  • Jaringan tentang elektronik dan komunikasi.
  • Kualitas udara yang ada.
  • Kualitas pencahayaan dari gedung kantor.
  • Kebisingan yang diberikan dari luar ruangan.
  • Display tentang tata ruang dan alat pada perkantoran.
  • Penggunaan komputer pada perusahaan.
  • Hygiene dan sanitasi.

Gedung yang sesuai dengan pembangunan menurut K3 tentunya memiliki resiko kecelakaan kerja yang sedikit. Namun jika gedung yang dibuat jauh dari K3 maka akan timbul hal besar yang akan datang mengenai resiko kecelakaan yang mungkin saja bisa datang setiap waktu dan kapanpun itu. Berikut juga ada beberapa permasalahan mengenai K3 dalam perkantoran dan beberapa rekomendari mengenai pelatihan K3 dalam konstruksi gedung:

  • Desain dan arsitektur mengenai aspek dari K3 perlu diperhatikan yaitu mulai dari tahap perencanaan.
  • Penyeleksian mengenai material yang dipakai. Untuk material yang dipakai tidak perlu menggunakan barang yang berbahaya terhadap lingkungan maupun orang disekitar, sebagai contoh seperti asbes, dll.
  • Lakukan penyeleksian mengenai dekorasi. Dekorasi perlu di sesuaikan dengan tujuannya, seperti penggunaan warna yang perlu disesuaikan dan yang perlu dibutuhkan.
  • Berikan dengan tanda kusus, yaitu diberi warna yang kontras atau bisa juga dengan kode pada objek yang dianggap penting. Seperti halnya dengan tanda kebakaran, tangga darurat, pintu darurat, maupun tanda-tanda yang lain. Tidak lupa juga untuk memberikan peta petunjuk pada setiap ruangan atau setiap unit kerja, diantaranya seperti lift, lampu darurat, pintu exit, maupun yang lainnya.

Selain dari penataan ruangan yang perlu diperhatikan dalam Training K3, jaringan elektronik dan komunikasi juga sangat penting, karena dari adanya jaringan elektronik dan komunikasi, bahaya akan terkendali, berikut mengenai faktor internal dan eksternal yang perlu diketahui dan dikenali:

Faktor Internal:

  1. Over voltage
  2. Induksi
  3. Korosif kabel
  4. Hubungan pendek
  5. Arus berlebihan
  6. Kebocoran instalasi
  7. Campuran gas eksplosif
  8. Faktor dari fisika dan kimia
  9. Faktor mekanik

Faktor Eksternal

  1. Binatang pengerat, diman binatang pengerat ini dapat menyebabkan terjadinya kerusakan, sehingga terjadi hubungan pendek
  2. Bencana alam yang dibuat oleh manusia
  3. Beberapa kelengahan yang diakibatkan oleh manusia terhadap resiko dan SOP.

Dari beberapa hal penting Pelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoran yang telah disebutkan mengenai Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) dalam perkantoran, tentunya akan membantu wawasan anda mengenai keselamatan kerja atau faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Karena dalam pelaksanaan K3 hal yang perlu diperhatikan yaitu faktor indoor dan outdoor. Baik dari perhatian terhadap konstruksi bangunan yang dibuatnya dan tentang operasionalnya terhadap bahaya yang sewaktu-waktu akan datang. Maupun dari dalam ruangan mengenai tata ruang yang perlu diperhatikan seperti pencahayaan, jaringan elktrik maupun yang lainnya. Dari kedua hal tersebut tentunya faktor indoor dan outdoor harus diperhatikan dalaPelatihan K3 Dalam Dunia Perkantoranm sebuah .

Pelatihan K3 Untuk Ahli Konstruksi yang terbaru

Pelatihan K3 Untuk Ahli Konstruksi yang terbaru

Pelatihan K3 Untuk Ahli Konstruksi –
adalah pelatihan para pekerja bidang konstruksi yang beresiko tinggi kepada kecelakaan hub ( 021 ) 88869010 , 88869021

Angka kecelakaan pada pekerjaan di bidang konstruksi yang ada di dunia tentunya lebih tinggi dibanding dengan angka kecelakaan pada sektor manufaktur maupun pada bidang industri. Tingginya tingkat kecelakaan pada konstruksi bersumber dari adanya berbagai faktor. Beberaa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kecelakaan diantaranya adalah kurangnya tenaga ahli dari K3 konstruksi dan rendahnya dari komitmen pengusaha yang ada. Pelatihan K3 untuk ahli konstruksi ditujukan sebagai Management Representative, Team Leader General Superitendent Proyek Konstruksi, OH & S Professional. Dimana yang diselenggarakan oleh Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Kep 20/DJPP/2004 yaitu tentang setifikasi bagi kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu dalam bidang konstruksi atau bangunan.

Pelatihan K3 Untuk Ahli Konstruksi

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

Pelatihan training K3 dalam bidang konstruksi yaitu untuk menanggulangi adanya kecelakaan kerja dalam bidang jasa konstruksi yang telah ditetapkan dalam peraturan, bahwa setiap proyek bangunan yang:

  • Memperkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang atau yang menyelenggarakan proyek lebih dari 6 bulan, wajib memiliki sedikitnya 1 orang yang ahli dalam bidang K3 konstruksi, 1 orang Ahli Madya K3 konstruksi, 2 orang Ahli Madya ahli K3 konstruksi.
  • Bagi yang memperkerjakan kurang dari 100 orang yang menyelenggarakan proyek kurang dari 6 bulan, yaitu wajibmemiliki 1 orang Ahli Madya K3 dalam bidang konstruksi, dan 1 orang Ahli Madya muda yang ahli dalam bidang K3 Konstruksi.
  • Bagi perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 25 orang, dan melakukan penyelanggaraan proyek kurang dari 3 bulan, wajib memiliki 1 orang Ahli Madya Muda K3 Konstruksi dan minimalnya juga orang yang telah mengikuti pelatihan K3 umum.

Oleh karena itu dalam memberikan pencerahan dan adanya sosialisasi dari urgensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam bidang konstruksi. Setiap perusahaan paling tidak memberikan pelatihan K3 untuk para pekerja yang bekerja pada perusahaan konstruksi, hal ini tentunya berguna untuk menjaga keselamatan kerja yang ada di perusahaan bidang konstruksi tersebut.

Tujuan dari adanya pelatihan K3 untuk ahli konstruksi yaitu untuk memberi bekal dan dapat meningkatkan kemampuan bagi peserta yang kurang memahami pengetahuan yang lebih mendalam tentang SMK3 (OHSMS) yaitu berdasrkan OHSAS 18001 : 2007, yaitu standar untuk mencapai tujuan dari organisasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berikut beberapa contoh materi dalam pelatihan ahli K3 Konstruksi, yaitu sebagai berikut:

  1. Standar tentang aturan dari K3
  2. K3 dari perancah & tangga
  3. Jasa konstruksi yang berkaitan dengan K3 konstruksi
  4. Sistem dari pemadam kebakaran
  5. Pengetahuan tentang jasa- jasa konstruksi
  6. Kesiagaan dalam sistem tanggap darurat
  7. Pengetahuan dari dasar K3
  8. Higiene perusahaan dan proyek
  9. Manajemen dan administrasi tentang K3
  10. Manajemen dari pelatihan dan kompetensi K3
  11. K3 tentang pekerjaan konstruksi
  12. Pengetahuan tentang inspeksi K3 konstruksi
  13. Manajemen lingkungan
  14. K3 tentang peralatan konstruksi
  15. Observasi lapangan da penyusunan makalah
  16. K3 tentang pekerjaan mekanikal & elektrikal
  17. K3 tentang pesawat angkat
  18. Seminar
  19. Untuk yang terakhir adalah evaluasi akhir.

Mekanisme dalam sertifikasi pelatihan K3 untuk ahli konstruksi yaitu, semua peserta yang telah mengikuti ujian yang telah diadakan pada akhir sesi. Bagi peserta yang lulus dalam evaluasi tentu akan diberikan sertifikat ahli K3 Muda. Metode dalam pelatihan konstruksi K3 muda diantaranya yaitu presebtation, discuss, case study, post test, evaluation. Selain itu untuk biaya yang dilakukan dalam melakukan pelatihan dari K3 konstruksi dengan sertifikasi biasanya dikenai biaya kurang lebih sebesar 7.000.000 rupiah per participant. Bagi anda yang belum mengetahui tentang sasaran dan manfaat dari mengikuti training K3 Ahli Madya Konstruksi, disini akan dijelaska:

  1. Peserta wajib memahami secara benar mengenai prinsip – prinsip apa sajakah yang ada dalam K3 konstruksi secara umum.
  2. Bagi peserta yang mengikuti pelatihan diwajibkan mampu untuk mengidentifikasi dan dapat menganalisa dari bahaya dan mengambil tidakan tentang pencegahan dan juga untuk melakukan tindak lanjut dari perbaikan.
  3. Bagi peserta harus mampu merancang maupun menyusun program – program dalam K3.
  4. Peserta yang mengikuti pelatihan harus mampu mensosialisasikan program – program dari K3.
  5. Bagi peserta yang mampu menjalankan tugas – tugas yaitu sebagai Ahli Madya K3 tentang konstruksi secara komperhensifp, dan juga mampu mengintegrasikan dari adanya sistem pelaksanaan dari K3 dengan sistem manajemen perusahaan.

Bisa diambil kesimpulan, bahwasanya setiap perusahaan wajib menerapkan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan setiap perusahaan ketika memiliki pekerja dan akan melakukan proyek yang akan berjalan selama berbulan – bulan maupun bertahun – tahun. Wajib memiliki beberapa ahli K3 dalam bidang konstruksi. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangatlah penting untuk menunjang keselamatan jiwa dan raga dalam pelaksanaan kerja di lapangan. Selain itu ada kelebihan yang anda dapatkan juga dari mengikuti training tentang K3. Selain anda dapat menjaga lingkungan sekitar, anda juga bisa menjaga diri sendiri dari bahaya yang datang dalam lapangan pekerjaan.

Pelatihan K3 Dalam Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja

Pelatihan K3 Dalam Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja

Pelatihan K3 Dalam Dalam Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja
adalah program pencegahan yang harus terus dilakukan secara masif… Hubungi ( 021 ) 88869010, 88869021

Berdasarkan peraturan pemerintah, setiap perusahaan wajib untuk mempunyai Ahli K3 supaya pelaksanaan K3 di tempat kerja dapat tercapai dan dapat berjalan dengan optimal. Menunjuk ahli dalam kesehatan dan keselamatan kerja yang bersertifikasi adalah program pemerintah dan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi resiko kecelakaan dalam dunia kerja sehingga dapat meningkatkan keamanan bekerja. Atas dasar itu dirancang pelatihan ahli K3 untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan, meningkatkan mutu dan daya saing perusahaan dalam menjamin kesehatan dan keselamatan kerja. Pelatihan K3 pada saat ini memang tidak bisa dipungkiri sudah menjadi kebutuhan wajib bagi seluruh tenaga kerja.

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

Undang-undang yang mengatur mengenai K3

Berikut adalah Undang-undang yang mengatur tentang pentingnya K3 dan Pelatihan K3 di dunia kerja:

  1. Undang-undang nomor 1 tahun 1970, yang membahas mengenai keselamatan kerja, telah dengan jelas mengatur mengenai kewajiban atasan pada tempat bekerja maupun para pekerja dalam hal menerapkan keselamatan kerja.
  2. Undang-undang nomor 13 tahun 2003, yang membahas mengenai ketenagakerjaan, yang mengatur tentang semua hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, mulai dari pembayaran upah kerja, hak cuti, jam kerja, sampai pada hal mengenai keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja.
  3. Undang-undang nomor 23 tahun 1992, yang membahas mengenai kesehatan, menyatakan kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan badan maupun kondisi kejiwaan dan kemampuan fisik pekerja yang baru, maupun yang akan pindah ke tempat kerja yang baru, sesuai dengan jenis-jenis pekerjaan yang diberikan kepada pekerja, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau berkala. Sebaliknya dari sisi lain pekerja juga harus turut berperan aktif untuk mendukung supaya tercapainya K3, seperti kewajiban menggunakan alat pelindung diri atau APD dengan tepat dan benar, harus mematuhi aturan maupun syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diterapkan oleh perusahaan.

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu kondisi dalam hidup yang sehat dan pekerjaan serta keamanan, baik itu pekerja maupun perusahaan dan juga lingkungan di sekitar perusahaan tersebut berada. Keselamatan dan kesehatan kerja juga suatu usaha untuk mencegah perbuatan atau kondisi tidak selamat, yang mengakibatkan insiden yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dalam dunia kerja. Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di dunia kerja makin hari semakin tidak bisa ditawar lagi, supaya dalam penerapan K3 di perusahaan berhasil maka diperlukan personil-personil yang kompeten. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan tujuan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja tersebut agar resiko terhadap kecelakaan kerja dapat di minimalisir. Pelatihan K3 merupakan suatu pelatihan  yang diselenggarakan guna membekali untuk meningkatkan, mengembangkan kemampuan produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja.

Jenis Pelatihan K3

Menurut seorang ahli dalam bidang K3, Pelatihan K3 dapat dikelompokkan sebagai berikut:

  • Induksi K3

Induksi K3 adalah pelatihan yang diberikan kepada seseorang seseorang sebelum mulai bekerja atau memasuki tempat kerja, pelatihan ini ditujukan bagi pekerja baru, pindahan, kontraktor yang bekerja sama dengan perusahaan atau tamu kunjungan perusahaan.

  • Pelatihan Khusus K3

Pelatihan yang berkaitan dengan tugas pekerja, misalnya pekerja pada lingkungan pabrik kimia yang harus diberi pengetahuan mengenai sifat atau bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh bahan kimia yang ada dan bagaimana cara pengendaliannya.

Pelatihan ini merupakan program pelatihan bersifat umum yang diberikan kepada semua level pekerja, mulai dari level bawah sampai level puncak pada perusahaan. Pelatihan ini ditujukan untuk menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja di kalangan pekerja, misalnya materi tentang dasar K3 pada keadaan darurat dan pemadaman kebakaran.

Adapun manfaat yang didapatkan dari pelatihan K3

  1. Setelah mendapatkan pelatihan K3 dapat mengurangi angka kecelakaan serta penyakit yang diakibatkan dalam bekerja, serta dapat juga menjamin performa dan produktivitas kerja karyawan karena keselamatan dan kesehatannya dalam bekerja sudah terjamin.
  2. Dapat meningkatkan keahlian dan kompetensi seseorang dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja, yang merupakan bidang yang sangat berkembang dan sudah menjadi suatu kebutuhan dalam dunia kerja pada saat ini yang tudak bisa ditawar lagi.
  3. Menjadi perusahaan yang tertib dan patuh pada peraturan pemerintah dan perusahaan yang peduli terhadap kesematan pekerjanya.
  4. Memberi rasa aman dalam bekerja kepada mitra kerja perusahaan, sehingga dapat menimbulkan rasa kepercayaan penuh untuk tidak ada hambatan dalam pekerjaan, misalnya hambatan seperti hilangnya hari kerja karena terjadi kecelakaan kerja dan bisa juga meningkatkan pendapatan dan profit perusahaan karena bisa mengurangi atau mencegah kerugian jika seandainya terjadi insiden.

Jadi dari beberapa penjelasan diatas sudah bisa dilihat begitu sangat penting dan sudah menjadi sebuah kewajiban bagi perusahaan supaya dapat menerapkan dan mengikuti pelatihan K3 atau memberikan training K3 kepada seluruh para pekerja. Lebih seriusnya lagi pemerintah juga akan memberikan sanksi-sanksi terhadap perusahaan yang tidak patuh dan tidak serius terhadap himbauan dan aturan-aturan yang sudah menjelaskan tentang keselamatan dan kesehatan kerja

Biaya Pelatihan K3 yang perlu dipertimbangkan

Biaya Pelatihan K3 yang perlu dipertimbangkan – Kami Persilahkan Anda Untuk Menghubungi kami di ( 021 ) 88869010, 888 69021 pada hari dan jam kerja kami. red.

Salah satu yang harus di utamakan dalam bekerja adalah tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Safety first, istilah ini tak asing lagi terdengar di telinga para pekerja bahwa apapun yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja harus lebih di utamakan, karena kesehatan dan keselamatan dalam bekerja adalah hal mutak bagi para pekerja. Tidak hanya sebagai selogan atau pun buat sedekar terlihat keren, tapi safety first itu memang benar-benar harus diterapkan, karena merupakan suatu hal yang sangat vital maka perusahaan harus memberikan perhatian khusus untuk menanggapi hal ini. Untuk mendukung tercapainya keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan harus memperhatikan betu-betul tentang hal ini, langkah awal yang harus dilakukan yaitu dengan memberikan himbauan dan mengadakan pelatihan K3 bagi para pekerjanya.

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

Biaya Pelatihan K3

Dalam dunia kerja, karyawan merupakan aset termahal yang paling berharga di perusahaan tersebut, maka perusahaan harus mengeluarkan sedikit biaya yang tergolong mahal untuk menjaga aset tersebut supaya selamat dan sehat menjalankan tugas. Alasan karena besarnya biaya yang harus dikeluarkan tergolong tinggi, maka banyak perusahaan yang masih belum mengutamakan faktor keselamatan dan kesehatan kerja, padahal biaya tersebut tentu berbanding jauh dengan yang harus dikeluarkan jika terjadi insiden atau kecelakaan kerja di perusahaannya, yang secara otomatis juga akan merusak citra positif dari perusahaan tersebut.  Melihat uang yang tidak sedikit dikeluarkan untuk training K3, maka pada artikel ini kita akan membahas tentang biaya pelatihan K3.

Biaya Pelatihan K3 yang perlu dipertimbangkan Pihak penyedia jasa yang mengadakan Pelatihan K3 di Indonesia sudah banyak, yang dikenal dengan perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja atau biasa disingkat  PJK3. PJK3 adalah suatu perusahaan yang bidang usahanya mengenai K3 untuk membantu pelaksanaan pemenuhan syarat-syarat K3 sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Dari sekian banyak PJK3 yang ada tentunya harga yang ditawarkan untuk jasa tersebut juga sangat bersaing, namun perlu di ketahui juga bahwa PJK3 yang resmi adalah PJK3 yang langsung ditunjuk oleh kementrian ketenagakerjaan untuk melakukan tugas pembimbingan tersebut.

Berbagai variasi harga yang ditawarkan untuk Pelatihan K3

Dari hasil survey di beberapa website perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja dan sejumlah penyedia jasa atau konsultan yang bergerak di bidang pelatihan K3, maka jumlah uang yang perlu di persiapkan untuk mengikuti pelatihan K3 umum bersertifikasi langsung dikeluarkan oleh kementrian ketenagakerjaan  rata-rata sekitar 6-10 juta rupiah per orangnya, tergantung jenis dari K3 dan daerah dimana tempat di selenggarakannya pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja tersebut. Pada beberapa vendor atau konsultan K3, harga yang ditawarkan selain pemaparan materi juga sudah termasuk pelayanan dan fasilitas guna menunjang kelancaran selama berlangsungnya pelatihan tersebut. Bagaimana, tergolong mahal bukan? tapi jika dilihat dari sisi positifnya sangat banyak manfaat yang akan didapat dalam jangka panjang, baik itu bagi perusahaan maupun juga bagi para pekerjanya.

Biaya Pelatihan K3 yang perlu dipertimbangkan

Setelah ditelusuri, maka di bawah ini kami rincikan informasi dari berbagai sumber tentang berapa biaya yang harus anda persiapkan untuk mengikuti berbagai jenis pelatihan K3 pada tahun 2017 ini, sebagai berikut:

  • Pelatihan Ahli K3 Umum dengan sertifikasi dari Kementrian Ketenagakerjaan Rp 8.900.000,-
  • Pelatihan Ahli K3 Kimia dengan sertifikasi dari Kementrian Ketenagakerjaan Rp 9.500.000,-
  • Pelatihan Ahli K3 Lingkungan dengan sertifikasi dari Kementrian Ketenagakerjaan Rp 6.900.000,-
  • Pelatihan Ahli K3 Konstruksi dengan sertifikasi sertifikasi dari Kementrian Ketenegakerjaan Rp 6.900.000,-
  • Pelatihan Ahli K3 Listrik dengan setrifikasi dari Kementrian Ketenagakerjaan 14.000.000,-
  • Pelatihan Ahli K3 Minyak dan Gas dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Rp 8.500.000,-

Biaya Pelatihan K3 yang perlu dipertimbangkan, Jadi setelah melihat uraian di atas, dapat disimpulkan sangat penting adanya pelatihan K3 atau penerapan K3 di dunia kerja, demi kelancaran aktifitas dan terjaminnya keselamatan dan kesehatan para pekerja. Sebagai catatan, perlu membuka pola pikir untuk jangka panjang bagi perusahaan yang masih belum menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja ini di perusahaannya. karena alasan biaya. Lebih baik mengeluarkan biaya besar untuk investasi jangka panjang dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja, dari pada lalai terhadap keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Kewajiban mempunyai sumberdaya manusia yang ahli dalam bidang keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan sudah menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi, hak para pekerja untuk keselamatan merupakan perioritas yang harus ditamakan oleh perusahaan. Jadi tunggu apa lagi, jangan beripikir panjang untuk menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada perusahaan dan diri anda, karena sebagai atasan harus memberikan contoh dan sikap yang baik, maka mulailah keselamatan dari diri sendiri. Salam safety.

Biaya Yang Perlu Dipersiapkan Oleh Perusahaan Untuk Ikut Pelatihan K3

pelatihan k3 untuk ahli k3 umum yang diwajibkan

pelatihan k3 untuk ahli k3 umum yang diwajibkan

pelatihan k3 untuk ahli k3 umum – sebagai penyelengara kegiatan yang diadakan secara reguler, bagi yang berminat silahkan hubungi ( 021 ) 88869010, 88869021.

pelatihan k3 untuk ahli k3 umum

Pelatihan k3 umum adalah sebuah program pelatihan yang di peruntukkan sebagai penilaian khusus bagi seseorang maupun tenaga teknis yang sudah pernah mengikuti kursus sebagai petugas k3. Pelatihan k3 ini biasanya secara periodik diselenggarakan oleh penyelenggara pelatihan k3 yang sudah ditunjuk oleh pemerintah sebagai tempat pelatihan maupun sertifikasinya. pada dasarnya pelatihan k3 umum ini harus dilakukan oleh semua perusahaan yang mempunyai kriteria sebagai berikut:

  1. Mempunyai kurang lebih 100 karyawan
  2. Mempunyai resiko berat terjadinya kecelakaan kerja pada pekerjaan tersebut.

 

Baca Juga  : http://deltaindo.co.id/

 

Resiko bisa berupa kematian maupun terjadinya cacat fisik secara permanen, baik disebabkan oleh benda benda fisik maupun oleh zat zat kimia. Bisa Juga akibat terpapar cahaya maupun suara terhadap panca indera para pekerja tersebut. Pelatihan k3 untuk ahli k3 umum ini biasanya diikuti oleh perusahaan perusahaan yang memang mempunyai standar minimum dari kriterianya, misalnya adalah jumlah karyawannya kurang lebih 100 orang.

Begitu juga dengan perusahaan jasa konstruksi, walaupun mereka hanya punya pekerja kurang dari 100 orang, tetapi disebabkan resiko terhadap kecelakan kerjanya tinggi, maka perusahaan tersebut diwajibkan untuk melakukan pelatihan k3 ahli k3 umum secara berkala.

Saat ini banyak sekali penyelenggara pelatihan k3, baik swasta maupun BUMN. Mereka pada umumnya melakukan pelatihan k3 tersebut sebagai upaya sosialisasi tentang pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Bagimana tidak, dengan dimengertinya tentang k3 ini, karyawan akan bekerja dengan nyaman dan aman, tidak perlu memikirkan yang lain, sehingga akan jauh lebih produktif. Denan pengetahuan k3 ini pula mereka bisa bekerja sesuai dengan ketentuan keselamatan kerja. Sehingga meminimalisir  angka kecelakaan kerja, sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar baik sebagi  biaya pengobatan maupun sebagai biaya kompensasi terhadap karyawannya.

Dengan adanya pelatihan k3 umum ini maka terjadi sebuah solusi yang sering disebut dengan win win solution, yaitu semua pihak merasa diuntungkan. Bai itu pihak karyawan maupun pihak perusahaan.