Pelatihan K3 di Bidang IT

Pelatihan K3 di Bidang IT

Pelatihan K3 di Bidang ITDalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

Baca juga : deltaindo.co.id

Cara-cara menjaga kesehatan mata, yaitu sebagai berikut.
– Istirahatkan mata anda, dengan melihat pemandangan yang bernuansa sejuk dan jauh ke depan secara rutin.
– Pastikan kacamata atau lensa kontak apabila anda menggunakannya, dan layar desktop selalu bersih.
– Gunakan tambahan layar anti radiasi.

Berikut adalah HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN PELAKSANAAN K3 IT
Aspek K3 perkantoran (tentang penggunaan komputer)
Pergunakan komputer secara sehat, benar dan nyaman :
Hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Memanfaatkan kesepuluh jari.
2. Istirahatkan mata dengan melihat kejauhan setiap 15-20 menit.
3. Istirahat 5-10 menit tiap satu jam kerja.
4. Lakukan peregangan.
5. Sudut lampu 45 derajat.
6. Jangan sampai ada cahaya yang menyilaukan, cahaya datang harus dari belakang.
7. Sudut pandang 15 derajat, jarak layar dengan mata 30 – 50 cm
8. Kursi ergonomis (adjusted chair)
9. Jarak meja dengan paha 20 cm
10. Senam waktu istirahat.

Saran K3  di Perkantoran
Gunakan komputer yang bebas radiasi  atau LCD (Liquor Crystal Display). Dalam pelaksanaan K3 perkantoran perlu memperhatikan jaringan elektrik dan komunikasi, kualitas udara, kualitas pencahayaan, kebisingan, display unit (tata ruang dan alat), hygiene dan sanitasi, psikososial, pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan komputer.

Hal yang mempengaruhi Penggunaan IT yang dapat membahayakan Pada Manusia :
1. Cahaya yang dipantulkan oleh laptop atau komputer dapat membuat mata iritasi karena kelelahan melihat monitor.
2. Apablika kita mendengarkan lagu menggunakan hea dset maka telinga kita akan rentan pada suara dan hanya dapat mendengar suara-suara yang besar dan dekat jika jauh dan kecil maka tidak akan terdengar.
3. Pada saat memasang peripheral pada CPU pastikan kabel listrik tidak dalam kondisi terhubung arus listrik karena tangan dapat terkena aliran listrik

Akibat Yang di Sebabkan Oleh Pengaruh Penggunaan IT Pada Manusia dan Peralatan :
Banyak kesehatan pada,organ tubuh kita yang gaya kinerjanya berkurang,contohnya dari mata telinga,tangan,kaki,dll.

Mengatasi hal berbahaya akibat Penggunaan IT pada Manusia dan Peralatan
– Berhati – hatilah ketika mengerjakan sesuatu dan jangan terlalu lelah karena dapat membuat tubuh / organ dalam tubuh kita yang berkurang kinerjanya.
– Jangan merokok, karena abu rokok bisa mengotori dan merusak komponen PC, terutama prosesor. Tempatkan air minum Anda jauh dari meja kerja. Gunakan pula lampu penerangan yang cukup kuat.
– Dalam menghindari arus statik sebaiknya pastikan lebih dulu outlet listrik di rumah Anda telah dibumikan
(grounding), basuhlah tangan Anda terlebih dahulu dan keringkan. Ini untuk menghindari keringat dan kotoran di tangan yang bisa menyebabkan komponen PC berkarat Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

Bahaya Gas Hidrogen di pabrik Asam Sulfat

Bahaya Gas Hidrogen di pabrik Asam Sulfat

Pembentukan gas hidrogen di pabrik asam sulfat adalah fenomena yang dikenal dan merupakan hasil dari korosi bahan logam pada kondisi tertentu. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh konsentrasi Asam Sulfat dan suhu. Sebagai hasilnya, terjadi ledakan campuran gas hidrogen dan oksigen dari proses gas yang berpotensi terjadinya ledakan gas hidrogen.
Selama beberapa tahun ini dilaporkan beberapa insiden karena gas hidrogen, kebanyakan terjadi di sistem absorbsi intermediate, konverter ataupun di sistem penukar panas (heat exchanger). Pada umumnya insiden terjadi saat perbaikan (maintenance) atau setelah aliran gas berhenti. Dalam semua kasus masuknya air menyebabkan konsentrasi asam turun sehingga terbentuk gas hidrogen. Pada kebanyakan kasus masuknya air diabaikan atau tidak diperhitungkan dan langkah-langkah mitigasi tidak disiapkan. Hal inilah yang menyebabkan keparahan kerusakan fasilitas pabrik.
Dari latar belakang permasalahan di atas beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk mencegah terjadinya bencana besar sebagai berikut :
Dasar teori terjadinya insiden hidrogen
Desain pabrik dan peralatan ataupun modifikasi
Pelaksanaan Operasi dan Perbaikan.

Resiko terjadinya ledakan gas hidrogen pada dasarnya disebabkan beberapa faktor yaitu :
Akumulasi terbentuknya gas hidrogen dari hasil korosi logam
Terbentuknya campuran gas mudah meledak dari hidrogen dan oksigen
Gas hidrogen, oksigen bertemu dengan api

Sehingga sangat penting untuk menghindarkan bertemunya hidrogen yang terlepas pada hasil korosif pada batas mudah meledak (explossion limit).

Tabel 1 : LEL & UFL Hidrogen di udara/nirogen pada suhu kamar (ASTM E681)
================================================
LEL                UFL
================================================
Hidrogen di udara                                    3.75                  75.1
Nidrogen di udara + 40% N2                 3.65                 37.3
================================================

Reaksi gas hidrogen dengan oksigen :
2H2O + O2 === 2H2O H = -483652 Kj/mol
dari nilai enthalpi diatas merupakan reaksi sangat eksotermis yag berakibat merusakkan.

Reaksi stokiometri terjadinya korosi pada asam sulfat :
H2SO4 + Fe ====== FeSO4 + H2
3H2SO4 + 2Cr ====== Cr2(SO4)3 + 3H2
H2SO4 + Ni ====== NiSO4 + H2

Dari beberapa kasus ledakan dapat terjadi pada Heat Exchanger dan Intermediate Absorption Tower dan terjadinya pada kondisi kritikal yang menyebabkan konsentrasi asam sulfat tidak normal yang dapat mempercepat laju korosi.

Setiap pabrik ataupun peralatan dapat mengalami kegagalan, hal tersebut bisa disebabkan oleh umur peralatan, kesalahan pengoperasian ataupun kerusakan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya hidrogen dapat terbentuk dari reaksi asam lemah dan/atau asam sulfat panas dengan stainless steel seperti Acid Cooler, absorption tower, perpipaan dan lain-lain. Pembentukan gas hidrogen biasanya pada area yang stagnan sehingga hidrogen dapat terakumulasi di area tersebut. dan membentuk gas yang mudah meledak.
Untuk menghindari hal tersebut peralatan di desain agar tidak ada area stagnan untuk menurunkan resikonya.
Beberapa penyebab terjadinya peledakan gas hidrogen :
– Terlambat mendeteksi kebocoran
– Ketidak mampuan untuk isolasi / memisahkan air dari asam yang ada di sistem
– Ketidak mampuan memisahkan asam lemah dari sistem yang mempercepat laju
korosi
– Kurangnya petunjuk operasi saat mengatasi masalah / trouble shouting

Dari faktor penyebab di atas dibutuhkan perencanaan yang detail agar tidak terjadi insiden hidrogen seperti petunjuk pengoperasian, prosedur kerja dan sebagainya. Perencanaan tersebut meliputi :
– Bagaimana menghindari pembentukan hidrogen
– Bagaimana menghindari pembentukan pembentukan / reaksi / akumulasi hidrogen dengan oksigen atau campuran gas yang mudah meledak.
– Perencanaan peralatan, pengoperasian serta perawatan.

Mekanisme terbentuknya hidrogen telah diketahui, yang harus dilakukan untuk mencegah terbentuknya adalah dengan mencegah korosi pada material. Hal tersebut sangat penting saat melakukan perencanaan pabrik ataupun modifikasi peralatan.
Dapat dilakukan seperti dibawah ini
– Memilih material yang lebih tahan korosi
– Hindarkan kontak asam lemah dengan metal
– Minimalisasi air masuk ke sistem
– Lakukan pengukuran kadar air / moisture di tahap awal operasi dibeberapa peralatan
– Lakukan HAZOP studies untuk menilai resiko proses.

Beberapa hal yang harus dilakukan agar tidak terjadi akumulasi hidrogen adalah :
– Peralatan di desain agar tidak terjadi akumulasi hidrogen, yang biasanya ada di atas tower
– Lakukan prosedur purging saat shutdown, saat purging pastikan asam lemah telah habis dan isolasi peralatan

Lakukan perencanaan mitigasi resiko pada peralatan yang berpotensi terjadinya insiden seperti Acid cooler, absorption tower, dsb.

Acid cooler berpotensi terjadinya terbentuknya hidrogen karena mengalami kebocoran, asam kuat bertemu dengan air dan menjadi asam lemah, kemudian kontak dengan metal dan terbentuk hidrogen, untuk menghindarinya bisa dilakukan dengan :
– uji kualitas air pendingin secara berkala.
– tekanan asam harus lebih besar dari tekanan air
– Bila ada kenaikan kapasitas pabrik perhitungkan kapasitas acid cooler
– Lakukan venting apabila acid di drain out.
– Lakukan prosedur perawatan dengan benar (pastikan tidak ada air yang tersisa di dalam apabila melakukan pencucian).
– Siapkan prosedur penanganan tumpahan, pisahkan air dengan asam/acid

Intermediate Absorption Tower juga berpotensi terjadinya terbentuknya gas hidrogen, memilih material harus dipertimbangkan, stainles steel lebih mudah di farikasi, namun pada kondisi tidak normal tidak dapat menghindarkan kontak asam lemah dengan metal. material dari brick lebih rendah resiko terjadinya korosi. Desain tower agar tidak ada area stagnan sehingga hidrogen dapat terakumulasi di area tersebut.

tower

tower

Note : area berwarna menunjukkan gas hidrogen dapat terakumulasi di tempat tersebut.

Pada tahap operasi dan perawatan :
– pastikan pekerja telah memahami bahaya hidrogen
– Telah tersedia prosedur regular / emergency shutdown
– Identifikasi maksimum dan minimum temperatur kerja, tekanan, laju alir masing-masing peralatan dan pastikan tidak melampaui-nya.

Kesimpulan
Masih banyak faktor yang berpotensi terjadinya peledakan gas hidrogen termasuk umur pabrik, penggunaan satinless steel, perawatan pabrik yang tidak sesuai, pengoperasian peralatan yang mengabaikan faktor keselamatan.
Semua pihak harus terlibat untuk mengenali saat kegagalan peralatan tidak dapat dihindari air ataupun uap air akan masuk ke sistem, asam kuat akan berubah menjadi asam lemah yang meingkatkan laju korosi.
Artikel ini sebagai leading indikator faktor penyebab insiden hidrogen meledak di pabrik asam sulfat dan diharapkan semua pihak yang terlibat berusaha mencegah agar tidak terjadi insiden tersebut.

Sumber : Sulfur Magazine edisi 355

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bidang Manufaktur

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bidang Manufaktur

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bidang ManufakturMelindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerjadan penyakit.Berbagai arah keselamatan dan kesehatan kerja
1. Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebelumnya.
2. Memahami berbagai jenis bahaya yang ada di tempat kerja
3. Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja
4. Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi. Mengenai peraturan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja Yang terutama adalah UU Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja dan Detail Pelaksanaan UU Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja.

Baca juga : deltaindo.co.id
Standar Keselamatan Kerja
Pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan digolongkan sebagai berikut:

a) Pelindung badan, meliputi pelindung mata, tangan, hidung, kaki, kepala, dan telinga.

b) Pelindung mesin, sebagai tindakan untuk melindungi mesin dari bahaya yang mungkin timbul dari luar atau dari dalam atau dari pekerja itu sendiri
c) Alat pengaman listrik, yang setiap saat dapat membahayakan.

d) Pengaman ruang, meliputi pemadam kebakaran, sistem alarm,
air hidrant, penerangan yang cukup, ventilasi udara yang baik,
dan sebagainya.

Pencegahan merupakan cara yang paling efektif
Dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja yaitu : perilaku yang
tidak aman dan kondisi lingkungan yang tidak aman, berdasarkan data dari
Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi sampai
saat ini adalah diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman sebagai berikut:
1. sembrono dan tidak hati-hati
2. tidak mematuhi peraturan
3. tidak mengikuti standar prosedur kerja.
4. tidak memakai alat pelindung diri
5. badan yang tidak sehat
Kecelakaan kerja dapat terjadi oleh beberapa faktor,diantaranya 3% disebabkan oleh hal yang tidak bisa dihindarkan seperti bencana alam, selain itu 24% dikarenakan
lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% dikarenakan
perilaku yang tidak aman. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah
disebutkan di atas.

Penyebab terjadinya Kecelakaan
Kecelakaan yang  sering terjadi diakibatkan oleh lebih dari satu sebab. Kecelakaan dapat dicegah dengan menghilangkan halhal yang menyebabkan kecelakan tersebut. Ada dua sebab utama terjadinya suatu kecelakaan. Pertama, tindakan yang tidak aman. Kedua, kondisi kerja yang tidak aman. Orang yang mengalami kecelakaan luka – luka sering kali disebabkan oleh orang lain atau karena tindakannya sendiri yang tidak menunjang keamanan. Berikut beberapa contoh tindakan yang tidak aman, antara lain:

a) Memakai peralatan tanpa menerima pelatihan yang tepat

b) Memakai alat atau peralatan dengan cara yang salah

c) Tanpa memakai perlengkapan alat pelindung, seperti kacamata pengaman, sarung tangan atau pelindung kepala jika pekerjaan tersebut memerlukannya

d) Bersendang gurau, tidak konsentrasi, bermain-main dengan teman sekerja atau alat perlengkapan lainnya.

e) Perilaku terburu – buru untuk melakukan pekerjaan dan membawa sesuatu yang berbahaya di tempat kerja

f) Membuat gangguan atau mencegah orang lain dari pekerjaannya atau mengizinkan orang lain mengambil alih pekerjaannya, padahal orang tersebut belum mengetahui pekerjaan tersebut.

Penyebab berbahaya yang sering ditemui
1. Bahaya jenis kimia : terhirup atau terjadinya kontak antara kulit dengan cairan metal, cairan non-metal, hidrokarbon dan abu, gas, uap steam, asap dan embun yang beracun.
2. Bahaya jenis fisika : tempat yang bercuaca panas dingin, daerah yang beradiasi pengion dan non pengion, bising, vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal.
3. Bahaya yang mengancam manusia dikarenakan jenis proyek: pencahayaan dan penerangan yang kurang, bahaya dari pengangkutan, dan bahaya yg ditimbulkan oleh peralatan.

Cara pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja
1. Penanganan mekanisme : merubah prosedur kerja, menutup atau mengisolasi bahan – bahan berbahaya, menggunakan pekerjaan otomatis, melaukancara kerja basah dan ventilasi udara.
2. Pengendalian administrasi : mengurangi waktu pajanan, menyusun peraturan keselamatan dan kesehatan, memakai alat pelindung, memasang tanda – tanda peringatan, membuat daftar data bahan-bahan yang aman, melakukan pelatihan sistem penangganan darurat.
3. Pemantauan kesehatan : melakukan pemeriksaan kesehatan.

Jenis-jenis kecelakaan pada beberapa bidang industri
1. terjepit, terlindas
2. teriris, terpotong
3. jatuh terpeleset
4. tindakan yg tidak benar
5. tertabrak
6. berkontak dengan bahan yang berbahaya
7. terjatuh, terguling
8. kejatuhan barang dari atas
9. terkena benturan keras
10. terkena barang yang runtuh, roboh

-Elektronik (manufaktur)
1. teriris, terpotong
2. terlindas, tertabrak
3. berkontak dengan bahan kimia
4. kebocoran gas
5. Menurunnya daya pendengaran,daya penglihatan

-Produksi metal (manufaktur)
1. terjepit, terlindas
2. tertusuk, terpotong, tergores
3. jatuh terpeleset

-Petrokimia (minyak dan produksi batu bara, produksi karet, produksi karet, produksi plastik)
1. terjepit, terlindas
2. teriris, terpotong, tergores
3. jatuh terpelest
4. tindakan yang tidak benar
5. tertabrak
6. terkena benturan keras

-Konstruksi
1. jatuh terpeleset
2. kejatuhan barang dari atas
3. terinjak
4. terkena barang yang runtuh, roboh
5. berkontak dengan suhu panas,
suhu dingin
6. terjatuh, terguling
7. terjepit, terlindas
8. tertabrak
9. tindakan yang tidak benar
10. terkena benturan keras

-Produksi alat transportasi bidang reparasi
1. terjepit, terlindas
2. tertusuk, terpotong, tergores
3. ledakan

Beberapa hal berbahaya di industri elektronik
Adalah mengendalikan mesin atau peralatan dengan
tenaga besar, mesin atau peralatan tersebut dapat beroperasi secara otomatis atau
setengah otomatis atau beroperasi dengan menggunakan bahan kimia yang korosif.
Kecelakaan kerja yang terjadi terbagi dalam 3 golongan bahaya, yaitu: bahaya kimia,
bahaya fisik dan bahaya ergonomik.

1. Bahaya kimia: terhirup atau kontak kulit dengan cairan metal, cairan non metal,
hidrokarbon, debu, uap steam, asap, gas dan embun beracun

2. Bahaya fisik: suhu lingkungan yang ekstrim panas dingin, radiasi non pengion dan
pengion, bising, vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal.

3. Bahaya ergonomik: bahaya karena pencahayaan yang kurang, pekerjaan
pengangkutan dan peralatan.

pembinaan dan sertifikasi penyetaraan ahli k3 listrik

pembinaan dan sertifikasi penyetaraan ahli k3 listrik

  1. Telah dilaksanakan dengan sukses pembinaan dan sertifikasi Penyetaraan Ahli K3 Listrik di Balikpapan, pada tanggal 23 s.d 27 Mei 2016. Diikuti oleh 85 orang peserta dari berbagai instansi & Perusahaan. Semoga ilmu yang di dapat dimanfaatkan dengan baik.

deltaindo1 deltaindo2

  1. Telah dilaksanakan dengan sukses pembinaan dan sertifikasi Penyetaraan Ahli K3 Listrik di Denpasar – Bali, pada tanggal 15 s.d 19 Juni 2016. Diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai instansi & Perusahaan. Semoga ilmu yang di dapat dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

deltaindo4 deltaindo3

Untuk Info Selengkapnya klik di sini. Semua materi Pelatihan K3 ada.

Pelatihan k3 Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik

Pelatihan k3 Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi ListrikPelatihan k3 Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik
Semarang, 24 s.d 28 Juli 2017
Telah sukses dilaksanakan oleh PT. Delta Indonesia  Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik dan berjalan dengan lancer & sukses. Training dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 28 Juli 2017 di DPD AKLI Jawa Tengah di Semarang. Selama kegiatan berlangsung dengan baik dan berjalan dengan.
Terima kasih kepada para seluruh peserta training, semoga Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh peserta dan dapat diterapkan di perusahaan. Semoga kita bisa berjumpa lagi di training lainnya.
Jika bapak/ibu tertarik untuk mengikuti training ini, silahkan menghubungi kami langsung di :
PT. Delta Indonesia Pranenggar
Komplek Suncity Square H-20
Jl. M. Hasibuan, Margajaya, Bekasi
Telp. (021) 888 69 010/ 888 69 021 Fax. 888 68 969
Email : deltaindonesia@gmail.com
Website : deltaindo.co.id

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Dalam bidang pekerjaan tentu mempunyai resiko berbahaya yang berbeda-beda tergantung dari bidang pekerjaanya seperti apa sehingga jika semakin beresiko tentu akan berdampak pada upah yang diperoleh karena semakin beresiko biasanya semakin tinggi gaji atau upahnya. Salah satu yang beresiko tinggi adalah bidang pekerjaan yang berhubungan dengan pengeboran minyak dan gas. Hal tersebut dapat berbahaya bagi pekerja karena mereka bekerja bukan berada di darat yang kemungkinan kecil tidak terjadi kecelakaan kerja yang membahayakan karena dekat dengan bantuan untuk mengatasi kecelakaan kerja tersebut. akan tetapi jika dalam bidang pekerjaan dipengeboran minyak dan gas tentu berada di tengah laut sehingga akan berbahaya bagi pekerja jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan di laut tersebut. industri migas adalah perusahaan yang beresiko tinggi pada tingkat kecelakaan kerja sehingga harus ada pelatihan k3 untuk mengatasi hal tersebut untuk meminimalisir adanya kecelakaan kerja yang tentunya akan merugikan perusahaan atau pekerja itu sendiri.

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Pelanggaran yang disebabkan kelalaian dan ketidakpedulian sekecil apapun terhadap persayaratan K3LH dapat berakibat fatal sehingga akan berdampak besar pada produksi pengeboran minyak dan gas tersebut. oleh karena itu baik dari pengawas pengeboran atau pihak terkait harus saling waspada dalam mengatasi masalah yang ada dalam pengeboran tersebut karena jika terjadi kelalaian maka yang paling dirugikan adalah perusahaan serta konsumen yang tidak mendapatkan kebutuhanya yaitu minyak dan gas alam. Pemerintah juga harus berperan dalam hal ini karena dari pihak pemerintah juga membutuhkan minyak dan gas alam untuk konsumen baik dari masyarakat atau bahan bakar pabrik sehingga untuk mendukung perekonomian yang meningkat maka harus memperhatikan tentang pengeboran minyak dan gas alam tersebut. untuk itu demi melancarkan produktivitas dipengeboran tersebut maka pemerintah harus mengadakan pelatihan k3 yang bermanfaat bagi pekerja pada area tersebut. dalam training k3 tersebut harus mempunyai standart dari kementrian ketenagakerjaan sehingga dapat terpenuhi prinsip k3 yang efektif bagi pekerja tersebut.

 

Untuk mengetahui tentang bagaimana pelatihan tentang k3 bersinergi dengan kenyamanan pada pekerja maka pada kesempatan ini akan ditunjukan teori apa saja yang digunakan dalam pelatihan tersebut dibidang pengeboran minyak. Kaitanya dengan teori tersebut digunakan sesuai dengan pengeboran yang dilakukan serta masalah yang dihadapi karena dalam setiap teori memilki sasaran masalah yang akan diselesaikan. Berikut adalah penjelasan tentang teori apa saja yang digunakan dalam pelatihan mengenai k3 dalam minyak dan gas alam :

  1. Perundingan K3L migas
  2. Basic safety
  3. HSE management program
  4. Identifikasi bahaya
  5. JSA
  6. Pencegahan kebakaran
  7. Fire and explosion
  8. Permit system
  9. Safe work practices
  10. Ergonomi
  11. Bahaya kesehatan kerja perminyakan.

Dari beberapa teori tersebut dapat dilakukan sesuai dengan masalah yang dihadapi terutama pada pengeboran minyak dan gas alam tertentu. Teori tersebut sangat bermanfaat jika ingin menjadi pengawas keselamatan kerja dalam sebuah bidang pekerjaan. Karena dari beberapa teori pelatihan k3 tersebut dapat digunakan dalam semua pekerjaan sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan tersebut dapat dikatakan sebagai pelatihan k3 umum. Untuk itu bagi pengawas dari sebuah tenaga ahli k3 biasanya menggunakan teori tersebut pada sebuah pekerjaan tertentu karena ia mensinergikan dengan pekerjaan yang dihadapi. Penggunaan teori pelatihan tersebut juga saat ini sering digunakan dengan alasan masih banyak pekerja yang tidak mematuhi prinsip k3 namun hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memberikan materi tentang dasar-dasar k3 yang efektif bagi mereka agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak di inginkan.

Dalam pengeboran minyak dan gas alam mereka mempunyai metode khusus untuk melatih pekerjanya agar tahu tentang prinsip k3 yang tepat serta efektif. Pada kesempata ini juga akan dibahas tentang metode dalam sertifikasi k3 minyak dan gas alam. Pada metode ini diharapkan para pekerja mematuhi aturan yang diberikan oleh perusahaan kepada mereka. Selain itu tujuanya agar tidak ada kelalaian serta ketidakpedulian terhadap apa yang terjadi pada pengeboran tersebut. berikut adalah penjelasan mengenai metode tersebut secara rinci :

  1. Pelaksanaan ujian dilakuakn dengan sistem yang efektif yaitu dengan menggunakan multiple choice atau essay sehingga sertifikasi tersebut dapat mengetahui karakter dari pekerja secara lengkap.
  2. Terdapat interview kerja serta menggunakan kerja praktek penggunaan alat.
  3. Evaluasi praktek lapangan bila diperlukan karena yang mereka hadapi adalah pekerjaan di tengah laut sehingga harus ada penyesuaian tempat di dalamya.
  4. Ujian berlangsung dalam 1-2 hari dengan materi seputar pengeboran.

Dengan adanya pelatihan k3 tentang minyak dan gas alam maka diharapkan para pekerja mampu menerapkan agar tidak terjadi kecelakaan. Selain itu perusahaan juga dapat meningkatkan produktivitas terkait dengan minyak dan gas alam jika pekerjanya terjamin keamananya.

Tahukah anda bahaya membersihkan pakaian kerja dengan kompressor udara?

Tahukah anda bahaya membersihkan pakaian kerja dengan kompressor udara?

Heating cooling system interior isometric template of bathroom with colorful elements in flat style isolated vector illustration

Kompressor udara yang pada umumnya digunakan sebagai untuk proses pengecatan, pompa ban mobil, juga bisa digunakan energi pengganti listrik utk menyalakan mesun bor, pompa, dan lain sebagainya, kadang kita jumpai digunakan juga untuk membesihkan tubuh/pakaian yang terkena debu.

Bukan ide yang baik untuk melalukan hal diatas, banyak pekerja yang tidak menyadari bahaya memberihkan pakaian yang kotor dengan kompressor udara,yang sebenarnya sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan cisera serius.

Tahukah anda Bahayanya?
– Tekanan tinggi dari kompressor udara dapat masuk kejaringan tubuh melalui kulit dapat menyebabkan udara emboli (gelembung udara dalam aliran darah) yang dapat berakibat fatal bila mencapai jantung, paru atau otak.
– Tekanan yang tinggi dapat berakibat selang terpelanting yang sangat berbahaya apabila terkena orang.
– Suaranya bisingnya dapat mencapai 90-130 dB yang melebihi nilai ambang batas (85 dB)
– Mata dapat cidera akibat partikel yang berterbangan masuk ke dalam mata.
– Tekanan yang tinggi yang masuk ke telinga  dapat merusak genderang telinga
– Partikel halus yang mengandung logam berat, batubara,  silika apabila masuk ke kulit dapat menyebabkan penyakit kronis seperti paru-paru, kanker, dll.

Apa yang harus dilakukan bekerja dengan kompressor udara?
– Spesifikasi pipa, selang serta sambungan harus sesuai dengan tekanan kerja peralatan/kompressor.
– Selalu gunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai seperti kacamata pelindung atau goggle, pelindung telinga dan respirator atau masker.
– pakaian kerja khusus yang dapat melindungi tekanan dari kompressor udara.

Kesimpulan
– JANGAN GUNAKAN KOMPRESSOR UDARA UNTUK MEMBERSIHKAN BAJU / RAMBUT
– JANGAN MENGARAHKAN KOMPRESSOR UDARA BERTEKANAN KE ORANG