Bahaya Gas Hidrogen di pabrik Asam Sulfat

Bahaya Gas Hidrogen di pabrik Asam Sulfat

Pembentukan gas hidrogen di pabrik asam sulfat adalah fenomena yang dikenal dan merupakan hasil dari korosi bahan logam pada kondisi tertentu. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh konsentrasi Asam Sulfat dan suhu. Sebagai hasilnya, terjadi ledakan campuran gas hidrogen dan oksigen dari proses gas yang berpotensi terjadinya ledakan gas hidrogen.
Selama beberapa tahun ini dilaporkan beberapa insiden karena gas hidrogen, kebanyakan terjadi di sistem absorbsi intermediate, konverter ataupun di sistem penukar panas (heat exchanger). Pada umumnya insiden terjadi saat perbaikan (maintenance) atau setelah aliran gas berhenti. Dalam semua kasus masuknya air menyebabkan konsentrasi asam turun sehingga terbentuk gas hidrogen. Pada kebanyakan kasus masuknya air diabaikan atau tidak diperhitungkan dan langkah-langkah mitigasi tidak disiapkan. Hal inilah yang menyebabkan keparahan kerusakan fasilitas pabrik.
Dari latar belakang permasalahan di atas beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk mencegah terjadinya bencana besar sebagai berikut :
Dasar teori terjadinya insiden hidrogen
Desain pabrik dan peralatan ataupun modifikasi
Pelaksanaan Operasi dan Perbaikan.

Resiko terjadinya ledakan gas hidrogen pada dasarnya disebabkan beberapa faktor yaitu :
Akumulasi terbentuknya gas hidrogen dari hasil korosi logam
Terbentuknya campuran gas mudah meledak dari hidrogen dan oksigen
Gas hidrogen, oksigen bertemu dengan api

Sehingga sangat penting untuk menghindarkan bertemunya hidrogen yang terlepas pada hasil korosif pada batas mudah meledak (explossion limit).

Tabel 1 : LEL & UFL Hidrogen di udara/nirogen pada suhu kamar (ASTM E681)
================================================
LEL                UFL
================================================
Hidrogen di udara                                    3.75                  75.1
Nidrogen di udara + 40% N2                 3.65                 37.3
================================================

Reaksi gas hidrogen dengan oksigen :
2H2O + O2 === 2H2O H = -483652 Kj/mol
dari nilai enthalpi diatas merupakan reaksi sangat eksotermis yag berakibat merusakkan.

Reaksi stokiometri terjadinya korosi pada asam sulfat :
H2SO4 + Fe ====== FeSO4 + H2
3H2SO4 + 2Cr ====== Cr2(SO4)3 + 3H2
H2SO4 + Ni ====== NiSO4 + H2

Dari beberapa kasus ledakan dapat terjadi pada Heat Exchanger dan Intermediate Absorption Tower dan terjadinya pada kondisi kritikal yang menyebabkan konsentrasi asam sulfat tidak normal yang dapat mempercepat laju korosi.

Setiap pabrik ataupun peralatan dapat mengalami kegagalan, hal tersebut bisa disebabkan oleh umur peralatan, kesalahan pengoperasian ataupun kerusakan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya hidrogen dapat terbentuk dari reaksi asam lemah dan/atau asam sulfat panas dengan stainless steel seperti Acid Cooler, absorption tower, perpipaan dan lain-lain. Pembentukan gas hidrogen biasanya pada area yang stagnan sehingga hidrogen dapat terakumulasi di area tersebut. dan membentuk gas yang mudah meledak.
Untuk menghindari hal tersebut peralatan di desain agar tidak ada area stagnan untuk menurunkan resikonya.
Beberapa penyebab terjadinya peledakan gas hidrogen :
– Terlambat mendeteksi kebocoran
– Ketidak mampuan untuk isolasi / memisahkan air dari asam yang ada di sistem
– Ketidak mampuan memisahkan asam lemah dari sistem yang mempercepat laju
korosi
– Kurangnya petunjuk operasi saat mengatasi masalah / trouble shouting

Dari faktor penyebab di atas dibutuhkan perencanaan yang detail agar tidak terjadi insiden hidrogen seperti petunjuk pengoperasian, prosedur kerja dan sebagainya. Perencanaan tersebut meliputi :
– Bagaimana menghindari pembentukan hidrogen
– Bagaimana menghindari pembentukan pembentukan / reaksi / akumulasi hidrogen dengan oksigen atau campuran gas yang mudah meledak.
– Perencanaan peralatan, pengoperasian serta perawatan.

Mekanisme terbentuknya hidrogen telah diketahui, yang harus dilakukan untuk mencegah terbentuknya adalah dengan mencegah korosi pada material. Hal tersebut sangat penting saat melakukan perencanaan pabrik ataupun modifikasi peralatan.
Dapat dilakukan seperti dibawah ini
– Memilih material yang lebih tahan korosi
– Hindarkan kontak asam lemah dengan metal
– Minimalisasi air masuk ke sistem
– Lakukan pengukuran kadar air / moisture di tahap awal operasi dibeberapa peralatan
– Lakukan HAZOP studies untuk menilai resiko proses.

Beberapa hal yang harus dilakukan agar tidak terjadi akumulasi hidrogen adalah :
– Peralatan di desain agar tidak terjadi akumulasi hidrogen, yang biasanya ada di atas tower
– Lakukan prosedur purging saat shutdown, saat purging pastikan asam lemah telah habis dan isolasi peralatan

Lakukan perencanaan mitigasi resiko pada peralatan yang berpotensi terjadinya insiden seperti Acid cooler, absorption tower, dsb.

Acid cooler berpotensi terjadinya terbentuknya hidrogen karena mengalami kebocoran, asam kuat bertemu dengan air dan menjadi asam lemah, kemudian kontak dengan metal dan terbentuk hidrogen, untuk menghindarinya bisa dilakukan dengan :
– uji kualitas air pendingin secara berkala.
– tekanan asam harus lebih besar dari tekanan air
– Bila ada kenaikan kapasitas pabrik perhitungkan kapasitas acid cooler
– Lakukan venting apabila acid di drain out.
– Lakukan prosedur perawatan dengan benar (pastikan tidak ada air yang tersisa di dalam apabila melakukan pencucian).
– Siapkan prosedur penanganan tumpahan, pisahkan air dengan asam/acid

Intermediate Absorption Tower juga berpotensi terjadinya terbentuknya gas hidrogen, memilih material harus dipertimbangkan, stainles steel lebih mudah di farikasi, namun pada kondisi tidak normal tidak dapat menghindarkan kontak asam lemah dengan metal. material dari brick lebih rendah resiko terjadinya korosi. Desain tower agar tidak ada area stagnan sehingga hidrogen dapat terakumulasi di area tersebut.

tower

tower

Note : area berwarna menunjukkan gas hidrogen dapat terakumulasi di tempat tersebut.

Pada tahap operasi dan perawatan :
– pastikan pekerja telah memahami bahaya hidrogen
– Telah tersedia prosedur regular / emergency shutdown
– Identifikasi maksimum dan minimum temperatur kerja, tekanan, laju alir masing-masing peralatan dan pastikan tidak melampaui-nya.

Kesimpulan
Masih banyak faktor yang berpotensi terjadinya peledakan gas hidrogen termasuk umur pabrik, penggunaan satinless steel, perawatan pabrik yang tidak sesuai, pengoperasian peralatan yang mengabaikan faktor keselamatan.
Semua pihak harus terlibat untuk mengenali saat kegagalan peralatan tidak dapat dihindari air ataupun uap air akan masuk ke sistem, asam kuat akan berubah menjadi asam lemah yang meingkatkan laju korosi.
Artikel ini sebagai leading indikator faktor penyebab insiden hidrogen meledak di pabrik asam sulfat dan diharapkan semua pihak yang terlibat berusaha mencegah agar tidak terjadi insiden tersebut.

Sumber : Sulfur Magazine edisi 355

pembinaan dan sertifikasi penyetaraan ahli k3 listrik

pembinaan dan sertifikasi penyetaraan ahli k3 listrik

  1. Telah dilaksanakan dengan sukses pembinaan dan sertifikasi Penyetaraan Ahli K3 Listrik di Balikpapan, pada tanggal 23 s.d 27 Mei 2016. Diikuti oleh 85 orang peserta dari berbagai instansi & Perusahaan. Semoga ilmu yang di dapat dimanfaatkan dengan baik.

deltaindo1 deltaindo2

  1. Telah dilaksanakan dengan sukses pembinaan dan sertifikasi Penyetaraan Ahli K3 Listrik di Denpasar – Bali, pada tanggal 15 s.d 19 Juni 2016. Diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai instansi & Perusahaan. Semoga ilmu yang di dapat dimanfaatkan dengan baik.

Baca Juga : http://deltaindo.co.id/

deltaindo4 deltaindo3

Untuk Info Selengkapnya klik di sini. Semua materi Pelatihan K3 ada.

Pelatihan k3 Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik

Pelatihan k3 Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi ListrikPelatihan k3 Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik
Semarang, 24 s.d 28 Juli 2017
Telah sukses dilaksanakan oleh PT. Delta Indonesia  Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik dan berjalan dengan lancer & sukses. Training dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 28 Juli 2017 di DPD AKLI Jawa Tengah di Semarang. Selama kegiatan berlangsung dengan baik dan berjalan dengan.
Terima kasih kepada para seluruh peserta training, semoga Training Penyetaraan Ahli K3 Listrik & Teknisi Listrik tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh peserta dan dapat diterapkan di perusahaan. Semoga kita bisa berjumpa lagi di training lainnya.
Jika bapak/ibu tertarik untuk mengikuti training ini, silahkan menghubungi kami langsung di :
PT. Delta Indonesia Pranenggar
Komplek Suncity Square H-20
Jl. M. Hasibuan, Margajaya, Bekasi
Telp. (021) 888 69 010/ 888 69 021 Fax. 888 68 969
Email : deltaindonesia@gmail.com
Website : deltaindo.co.id

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Dalam bidang pekerjaan tentu mempunyai resiko berbahaya yang berbeda-beda tergantung dari bidang pekerjaanya seperti apa sehingga jika semakin beresiko tentu akan berdampak pada upah yang diperoleh karena semakin beresiko biasanya semakin tinggi gaji atau upahnya. Salah satu yang beresiko tinggi adalah bidang pekerjaan yang berhubungan dengan pengeboran minyak dan gas. Hal tersebut dapat berbahaya bagi pekerja karena mereka bekerja bukan berada di darat yang kemungkinan kecil tidak terjadi kecelakaan kerja yang membahayakan karena dekat dengan bantuan untuk mengatasi kecelakaan kerja tersebut. akan tetapi jika dalam bidang pekerjaan dipengeboran minyak dan gas tentu berada di tengah laut sehingga akan berbahaya bagi pekerja jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan di laut tersebut. industri migas adalah perusahaan yang beresiko tinggi pada tingkat kecelakaan kerja sehingga harus ada pelatihan k3 untuk mengatasi hal tersebut untuk meminimalisir adanya kecelakaan kerja yang tentunya akan merugikan perusahaan atau pekerja itu sendiri.

Pelatihan K3 Di Pengeboran Minyak Dan Gas Alam

Pelanggaran yang disebabkan kelalaian dan ketidakpedulian sekecil apapun terhadap persayaratan K3LH dapat berakibat fatal sehingga akan berdampak besar pada produksi pengeboran minyak dan gas tersebut. oleh karena itu baik dari pengawas pengeboran atau pihak terkait harus saling waspada dalam mengatasi masalah yang ada dalam pengeboran tersebut karena jika terjadi kelalaian maka yang paling dirugikan adalah perusahaan serta konsumen yang tidak mendapatkan kebutuhanya yaitu minyak dan gas alam. Pemerintah juga harus berperan dalam hal ini karena dari pihak pemerintah juga membutuhkan minyak dan gas alam untuk konsumen baik dari masyarakat atau bahan bakar pabrik sehingga untuk mendukung perekonomian yang meningkat maka harus memperhatikan tentang pengeboran minyak dan gas alam tersebut. untuk itu demi melancarkan produktivitas dipengeboran tersebut maka pemerintah harus mengadakan pelatihan k3 yang bermanfaat bagi pekerja pada area tersebut. dalam training k3 tersebut harus mempunyai standart dari kementrian ketenagakerjaan sehingga dapat terpenuhi prinsip k3 yang efektif bagi pekerja tersebut.

 

Untuk mengetahui tentang bagaimana pelatihan tentang k3 bersinergi dengan kenyamanan pada pekerja maka pada kesempatan ini akan ditunjukan teori apa saja yang digunakan dalam pelatihan tersebut dibidang pengeboran minyak. Kaitanya dengan teori tersebut digunakan sesuai dengan pengeboran yang dilakukan serta masalah yang dihadapi karena dalam setiap teori memilki sasaran masalah yang akan diselesaikan. Berikut adalah penjelasan tentang teori apa saja yang digunakan dalam pelatihan mengenai k3 dalam minyak dan gas alam :

  1. Perundingan K3L migas
  2. Basic safety
  3. HSE management program
  4. Identifikasi bahaya
  5. JSA
  6. Pencegahan kebakaran
  7. Fire and explosion
  8. Permit system
  9. Safe work practices
  10. Ergonomi
  11. Bahaya kesehatan kerja perminyakan.

Dari beberapa teori tersebut dapat dilakukan sesuai dengan masalah yang dihadapi terutama pada pengeboran minyak dan gas alam tertentu. Teori tersebut sangat bermanfaat jika ingin menjadi pengawas keselamatan kerja dalam sebuah bidang pekerjaan. Karena dari beberapa teori pelatihan k3 tersebut dapat digunakan dalam semua pekerjaan sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan tersebut dapat dikatakan sebagai pelatihan k3 umum. Untuk itu bagi pengawas dari sebuah tenaga ahli k3 biasanya menggunakan teori tersebut pada sebuah pekerjaan tertentu karena ia mensinergikan dengan pekerjaan yang dihadapi. Penggunaan teori pelatihan tersebut juga saat ini sering digunakan dengan alasan masih banyak pekerja yang tidak mematuhi prinsip k3 namun hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memberikan materi tentang dasar-dasar k3 yang efektif bagi mereka agar tidak terjadi kecelakaan yang tidak di inginkan.

Dalam pengeboran minyak dan gas alam mereka mempunyai metode khusus untuk melatih pekerjanya agar tahu tentang prinsip k3 yang tepat serta efektif. Pada kesempata ini juga akan dibahas tentang metode dalam sertifikasi k3 minyak dan gas alam. Pada metode ini diharapkan para pekerja mematuhi aturan yang diberikan oleh perusahaan kepada mereka. Selain itu tujuanya agar tidak ada kelalaian serta ketidakpedulian terhadap apa yang terjadi pada pengeboran tersebut. berikut adalah penjelasan mengenai metode tersebut secara rinci :

  1. Pelaksanaan ujian dilakuakn dengan sistem yang efektif yaitu dengan menggunakan multiple choice atau essay sehingga sertifikasi tersebut dapat mengetahui karakter dari pekerja secara lengkap.
  2. Terdapat interview kerja serta menggunakan kerja praktek penggunaan alat.
  3. Evaluasi praktek lapangan bila diperlukan karena yang mereka hadapi adalah pekerjaan di tengah laut sehingga harus ada penyesuaian tempat di dalamya.
  4. Ujian berlangsung dalam 1-2 hari dengan materi seputar pengeboran.

Dengan adanya pelatihan k3 tentang minyak dan gas alam maka diharapkan para pekerja mampu menerapkan agar tidak terjadi kecelakaan. Selain itu perusahaan juga dapat meningkatkan produktivitas terkait dengan minyak dan gas alam jika pekerjanya terjamin keamananya.

Tahukah anda bahaya membersihkan pakaian kerja dengan kompressor udara?

Tahukah anda bahaya membersihkan pakaian kerja dengan kompressor udara?

Heating cooling system interior isometric template of bathroom with colorful elements in flat style isolated vector illustration

Kompressor udara yang pada umumnya digunakan sebagai untuk proses pengecatan, pompa ban mobil, juga bisa digunakan energi pengganti listrik utk menyalakan mesun bor, pompa, dan lain sebagainya, kadang kita jumpai digunakan juga untuk membesihkan tubuh/pakaian yang terkena debu.

Bukan ide yang baik untuk melalukan hal diatas, banyak pekerja yang tidak menyadari bahaya memberihkan pakaian yang kotor dengan kompressor udara,yang sebenarnya sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan cisera serius.

Tahukah anda Bahayanya?
– Tekanan tinggi dari kompressor udara dapat masuk kejaringan tubuh melalui kulit dapat menyebabkan udara emboli (gelembung udara dalam aliran darah) yang dapat berakibat fatal bila mencapai jantung, paru atau otak.
– Tekanan yang tinggi dapat berakibat selang terpelanting yang sangat berbahaya apabila terkena orang.
– Suaranya bisingnya dapat mencapai 90-130 dB yang melebihi nilai ambang batas (85 dB)
– Mata dapat cidera akibat partikel yang berterbangan masuk ke dalam mata.
– Tekanan yang tinggi yang masuk ke telinga  dapat merusak genderang telinga
– Partikel halus yang mengandung logam berat, batubara,  silika apabila masuk ke kulit dapat menyebabkan penyakit kronis seperti paru-paru, kanker, dll.

Apa yang harus dilakukan bekerja dengan kompressor udara?
– Spesifikasi pipa, selang serta sambungan harus sesuai dengan tekanan kerja peralatan/kompressor.
– Selalu gunakan Alat Pelindung Diri yang sesuai seperti kacamata pelindung atau goggle, pelindung telinga dan respirator atau masker.
– pakaian kerja khusus yang dapat melindungi tekanan dari kompressor udara.

Kesimpulan
– JANGAN GUNAKAN KOMPRESSOR UDARA UNTUK MEMBERSIHKAN BAJU / RAMBUT
– JANGAN MENGARAHKAN KOMPRESSOR UDARA BERTEKANAN KE ORANG

Macam Macam Boiler dan cara kerjanya

Macam Macam Boiler dan cara kerjanya

Boiler

Mesin Boiler  – Kemajuan teknologi memang berdampak sangat signifikan terhadap aktivitas manusia khususnya di sektor industri. Berbagai macam perkembangan teknologi dilakukan guna memudahkan kinerja manusia, sehingga saat ini banyak sekali jenis peralatan industri yang mempunyai tujuan yang sama tetapi mempunyai cara kerja yang berbeda termasuk boiler. Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas pengertian boiler dan bagian utamanya, kali ini kita akan mencoba mengulas tentang jenis-jenis boiler beserta kelebihan dan kekurangannya.

Apa itu Boiler?

Mesin Boiler atau Ketel adalah suatu alat tertutup yang digunakan untuk memanaskan air untuk menghasilkan uap (steam), panas dari pembakaran bahan bakar di dalam ketel akan dipindahkan ke media air yang mengalir di dalam pipa-pipa, ketika suhu air telah mencapai suhu tertentu maka akan terjadi. penguapan. Sehingga dapat diartikan bahwa boiler adalah alat yang digunakan untuk membuat steam, seperti yang kita ketahui steam dapat digunakan untuk menggerakkan turbin pada pembangkit listrik dan berfungsi sebagai pengatur suhu pada kolom destilasi minyak bumi.

Baca Juga : Pelatihan K3 Boiler

 

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang teknologi boiler pada poin ini alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu jenis boiler yang pertama kali digunakan. Boiler ini disebut dengan Pot Boiler atau Hycock Boiler yang memiliki bentuk paling sederhana dalam sejarah dan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18. Boiler ini memiliki volume air yang besar tetapi hanya dapat menghasilkan steam dengan tekanan rendah, menggunakan kayu dan batubara sebagai bahan bakarnya. itulah sedikit penjelasan tentang boiler kuno yang sukses pada masanya.
Baca juga: Fungsi Boiler Dan Komponen Utama nya.

 

Jenis Boiler

Jenis Mesin Boiler dapat dibedakan dari berbagai hal seperti karakteristik, cara kerja, jenis pipa dan bahan bakar yang digunakan. Setiap jenis boiler memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, seperti yang sudah kami jelaskan dibawah ini:

Tipe Boiler Berdasarkan Tipe Tube (Pipa):

1. Fire Tube Boiler

Boiler ini memiliki dua bagian di dalamnya, yaitu tabung tempat pembakaran dan tong / tong yang berisi fluida. Ketel pipa api jenis ini memiliki karakteristik menghasilkan jumlah uap yang rendah dan kapasitas yang terbatas.

Prinsip kerjanya : Proses penyalaan terjadi di dalam pipa dan panas yang dihasilkan dialirkan langsung ke boiler yang berisi air.

Kelebihan: Proses instalasi cukup mudah dan tidak memerlukan pengaturan khusus, tidak memerlukan area yang luas dan memiliki biaya yang murah.

 

Baca Juga : Macam Macam Alat Berat

Kelemahan : Memiliki tempat pembakaran yang sulit dijangkau saat pembersihan, kapasitas steam rendah dan kurang efisien karena banyak panas yang terbuang.

2. Tabung Air.

Memiliki konstruksi yang hampir sama dengan jenis pipa api, jenis ini juga terdiri dari pipa dan tong, yang membedakan hanya sisi pipa yang diisi air sedangkan sisi tong merupakan tempat pembakaran. Ciri khas dari jenis ini adalah menghasilkan uap dalam jumlah yang relatif besar.
Prinsip Kerja: Proses penyalaan terjadi di bagian luar pipa, sehingga panas akan diserap oleh air yang mengalir di dalam pipa.

Kelebihan: Memiliki kapasitas uap yang besar, efisiensi relatif lebih tinggi dan tungku mudah dijangkau saat dibersihkan.

Kekurangan: Biaya investasi awal yang cukup mahal, membutuhkan lahan yang luas dan membutuhkan komponen tambahan dalam hal pengolahan air.

Berdasarkan jenis bahan bakarnya

1. Bahan Bakar Padat

Mesin Boiler jenis ini menggunakan bahan bakar padat seperti kayu, batu bara, dengan karakteristik seperti harga bahan bakar yang relatif lebih murah dan lebih hemat jika dibandingkan dengan ketel listrik.

Prinsip Kerja : Pemanasan berasal dari pembakaran bahan bakar padat atau dapat berupa campuran beberapa bahan bakar padat (batubara dan kayu) yang dibantu oleh oksigen.

Kelebihan: Bahan bakar mudah didapat dan lebih murah.

Kekurangan: Residu yang terbakar sulit dibersihkan.

2. Bahan Bakar Minyak (Oil Fuel)

Jenis ini memiliki bahan bakar dari fraksi minyak bumi, dengan ciri memiliki bahan baku pembakaran yang lebih mahal, namun memiliki nilai efisiensi yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Prinsip Kerja: Pemanasan bersumber dari hasil pembakaran antara campuran bahan bakar cair (minyak tanah, solar, residu) dengan oksigen dan sumber panas.

Kelebihan: Memiliki sisa pembakaran yang sedikit sehingga mudah dibersihkan dan bahan bakunya mudah didapat.

Kelemahan: Memiliki harga bahan baku yang mahal dan konstruksi yang mahal.

3. Bahan Bakar Gas

Memiliki jenis gas bumi dengan karakteristik bahan baku yang lebih murah dan nilai efisiensi yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis jenis bahan bakar lainnya.

Prinsip Kerja: Pembakaran ya Ini terjadi karena adanya campuran bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber panas.

Kelebihan: memiliki bahan bakar yang paling murah dan nilai efisiensi yang lebih baik.

Kekurangan: Konstruksi mahal dan sumber bahan bakar sulit didapat, harus melalui jalur distribusi.

4. Listrik

Dari namanya saja sudah pasti kita sudah mengetahui bahwa sumber panas alat ini berasal dari listrik, dengan ciri-ciri bahan bakar yang lebih murah namun memiliki tingkat efisiensi yang rendah.
Prinsip Kerja : Pemanasan bersumber dari listrik yang menyuplai panas t.

Kelebihan: Perawatannya sederhana dan sumber pemanasnya sangat mudah didapat.

Kekurangan: Efisiensi yang buruk dan suhu pembakaran yang rendah.

Sekian pembahasan mengenai jenis-jenis boiler berdasarkan pekerjaannya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya, terima kasih.

 

di edit dari sumber nya : https://www.prosesindustri.com/2015/01/jenis-jenis-boiler-berdasarkan-cara

Tips Membeli Tabung Pemadam Yang Asli

Tips Membeli Tabung Pemadam Yang Asli

Berikut ini kami punya Tips Membeli Tabung Pemadam Yang Asli. Alat pemadam kebakaran atau tabung pemadam api adalah kebutuhan yang tidak dapat kita hindari dalam perindustrian dikota – kota besar, sehingga banyak bermunculan tabung pemadam api dengan berbagai merk dan berbagai kualitas.

Diantara tabung pemadam api yang beredar  di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi – cikarang, tidak bisa terjamin mana produk tabung pemadam api yang asli dan mana produk yang palsu sehingga  kita harus lebih teliti lagi dalam mencari supplier tabung pemadam api yang benar.

Tips Membeli Tabung Pemadam Yang Asli

sonick

Dalam anda mencari supplier tabung pemadam api, ada beberapa hal yang harus dilihat, diantaranya:

  1. Memiliki surat keterangan terdaftar pengetesan alat pemadam kebakaran
  2. Memiliki surat izin suplier memperdagangkan, service dan pengisian ulang alat pemadam kebakaran
  3. Memiliki surat keterangan service dan isi ulang tabung pemadam bahaya kebakaran
  4. Memiliki surat uji laboratorium pemadam kebakaran
  5. Memiliki hak paten merk (Hak kekayaan Intelektual)
  6. Memiliki tanda daftar perusahaan persekutuan komanditer
  7. Memiliki surat izin usaha perdagangan
  8. Memiliki surat keterangan terdaftar direktorat jendral pajak
  9. Memiliki nomor pokok wajib pajak
  10. Memliki surat keterangan domisili perusahaan

# Jangan pernah lakukan pembayaran apapun sebelum anda menerima tabung pemadam api pesanan anda dengan baik, #
Lokasi: Jalan Pondok Kelapa Raya, Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Tips Membeli Tabung Pemadam Yang Asli

alat pemadam api ringan,  alat pemadam kebakaran, jual alat pemadam api, harga alat pemadam api, harga alat pemadam api ringan, tabung pemadam api, alat pemadam, jual alat pemadam kebakaran, harga, alat pemadam kebakaran, alat alat pemadam kebakaran, jual alat pemadam api ringan, tabung pemadam, kebakaran, pemadam api, harga apar, alat pemadam api ringan apar, alat pemadam api murah, harga,, tabung pemadam kebakaran, jenis alat pemadam api, jenis alat pemadam kebakaran, nama alat pemadam, api apar, alat pemadam api ringan, tabung pemadam, alat pemadam api tradisional, daftar harga alat, pemadam kebakaran, harga pemadam api, alat pemadam api berat, harga alat pemadam, harga pemadam kebakaran, alat pemadam kebakaran ringan, jual apar,
Kami juga menjual Produk Alat Pemadam Api Ringan untuk Personal, Perusahaan dan Industri. Kami Menyediakan produk-produk berkualitas. Silahkan kunjungi Website kami yang lainnya di https://alatpemadamonline.com/.
Point Point Penting dalam hal Audit External SMK3 dan regulasinya

Point Point Penting dalam hal Audit External SMK3 dan regulasinya

 

Perusahaan harus mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 untuk menentukan keberhasilan atau untuk mengidentifikasi tindakan korektif.

4 Poin Penting Audit Eksternal SMK3, Apa Menurut Regulasi?

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah seluruh kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan kerja pekerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK). Pelaksanaan K3 sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan bagi K3 dalam melaksanakan pekerjaannya.

Apalagi kini dunia industri sedang memasuki era revolusi industri 4.0. Di era ini, muncul berbagai jenis pekerjaan baru seiring dengan pendekatan digital. Dengan munculnya jenis pekerjaan baru maka akan timbul potensi bahaya baru yang perlu dikendalikan agar tidak terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK).

Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan K3 tidak terlepas dari kegiatan secara keseluruhan, sehingga strategi yang dikembangkan dalam penerapan K3 dan pengendalian potensi bahaya harus mengikuti pendekatan sistem yaitu Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

 

4 Poin Penting Audit Eksternal SMK3, Apa Aturannya?

 

SMK3 merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang terkait dengan aktivitas kerja guna menciptakan tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Sesuai dengan PP No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 pasal 5, setiap perusahaan yang mempekerjakan paling sedikit 100 pekerja atau buruh atau memiliki potensi bahaya tinggi (seperti pertambangan, minyak dan gas bumi) wajib menerapkan SMK3 di lingkungannya. perusahaan.

Penerapan SMK3 dilakukan untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan dan PAK, serta memastikan pekerja dan orang lain di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya.

Namun, bagaimana jika perusahaan sudah menerapkan SMK3 namun masih terjadi kecelakaan kerja? Haruskah perusahaan mengukur dan memantau implementasi SMK3? Apakah wajib bagi perusahaan untuk melakukan audit SMK3?

Jenis Jenis Forklift

Jenis Jenis Forklift

Jenis Jenis Forklift – Mesin Angkat adalah alat untuk memudahkan proses pengangkatan benda berat dari satu tempat ke tempat lain, baik di dalam maupun di luar ruang, namun forklift biasanya hanya digunakan untuk jarak dekat (lingkup area kerja). berbeda satu sama lain. Untuk itu mari kita simak beberapa jenis forklift yang ada.

 

  • Forklift Diesel
    Forklift Diesel paling terkenal dan paling banyak digunakan. Forklift jenis ini menjadi incaran perusahaan dan pabrikan karena harga sewa yang murah dan perawatan yang mudah.
    Kemampuan forklift diesel adalah mengangkat beban maksimal 10 ton dan mampu mengangkat hingga ketinggian 6 meter.
    Forklift jenis ini jarang digunakan di dalam ruangan karena berbahan bakar solar yang mengeluarkan emisi gas berbahaya. Jika emisi atau gas buang yang terhirup terlalu banyak dapat menyebabkan sesak napas dan membahayakan kesehatan.

Jenis Jenis Forklift

  • Forklift Bensin (LPG)
    Forklift berbahan bakar bensin ramah lingkungan karena menggunakan bahan bakar gas. Selain ramah lingkungan, harga sewanya pun masih sangat terjangkau.
    Kapasitas angkat forklift bensin hanya 2 meter dengan kapasitas 2 ton karena ukuran forklift jenis ini relatif kecil.
    Forklift bensin banyak digunakan di dalam ruangan karena ukurannya yang kecil dan bahan bakarnya yang ramah lingkungan.
    Namun karena bahan bakar yang digunakan berupa gas, banyak tenant yang mempertimbangkan untuk memilih forklift jenis ini terkait pengisian bahan bakar. Pasalnya, saat bahan bakar habis di tengah jalan, akan sulit mencari lokasi untuk mengisi ulang.

Jenis Jenis Forklift

  • Forklift Listrik
    Mesin listrik banyak digunakan di dalam ruangan karena
    Ini didukung oleh baterai dan dapat diisi ulang dengan listrik. Jadi, forklift jenis ini merupakan forklift yang ramah lingkungan.
    Kemampuan angkat jenis ini mampu mengangkat hingga ketinggian 6 meter dengan kapasitas maksimal 5 ton.
    Sayangnya, mesin elektrik ini tidak dapat dioperasikan secara terus menerus, mengingat kapasitas baterainya yang hanya mampu bertahan kurang dari 8 jam.

Forklift

 

  • Truk Jangkauan Forklift
    Forklift jenis ini mirip dengan forklift listrik karena sama-sama menggunakan baterai isi ulang sebagai sumber tenaganya.
    Lifting dan kapasitasnya tidak jauh berbeda. Perbedaan satu-satunya adalah truk penjangkau forklift ini dilengkapi dengan palet sehingga memudahkan dalam memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
    Truk penjangkau forklift ini banyak direkomendasikan oleh layanan persewaan. Alasannya jelas, karena ukuran, daya yang digunakan dan juga kapasitasnya.
    Penggunaan forklift sangat membantu untuk aktivitas di pabrik. Baik untuk mengangkat barang di dalam maupun di luar ruangan. Pastikan Anda menggunakan jenis forklift yang sesuai dengan kebutuhan Anda agar tidak cepat merusak forklift. Perawatan forklift terbilang mudah dan murah, sehingga dengan menggunakan porsi yang tepat akan membantu membuatnya lebih awet.

 

Forklift sendiri mempunyai bagian-bagian komponen kerja, bagian-bagian tersebut adalah:

  • Garpu / Fork
    Garpu berfungsi untuk menopang benda yang akan anda bawa atau angkat. Benda yang terbuat dari dua potongan besi sepanjang 2,5 m ini mampu mengangkat beban berat. Selain itu, jika Anda mampu menentukan posisi benda dengan berat maksimum.
    Tiang kapal
    Tiang berfungsi sebagai miring dan mengangkat, dirancang dengan dua potong besi tebal yang terkait dengan sistem hidrolik yang dirangkai menjadi satu dengan forklift ini.

Baca Juga : pelatihan-k3-crane-beserta-pengertiannya

  • Pengangkutan / Carriage
    Karies merupakan penghubung antara garpu dan tiang, yang dapat menunjang kinerja forklift dengan baik. Benda ini berfungsi sebagai sandaran dan pengaman barang yang dibawa di atas pallet untuk memudahkan Anda mengangkat dan mengangkutnya. Garpu inilah yang digunakan sebagai tempat meletakkan benda-benda yang dapat dibawa dengan sempurna.
  • Pengimbang / Counterweight
    Counterweight merupakan suatu benda yang mampu menyeimbangkan beban yang anda bawa di forklift. Bagian ini berlawanan dengan posisi garpu.
  • Roda atau ban
    Ban roda atau forklift pada umumnya ada 2 jenis yaitu ban pneumatik (udara) dan ban padat. Ban padat biasanya digunakan di area ekstrim yang memiliki medan berbahaya (tajam). Ban forklift terdiri dari 2 ban depan dan 2 ban belakang dimana ukuran ban depan lebih besar dari ban belakang karena ban depan mempunyai tugas vital sebagai pusat penopang beban yang menyeimbangkan beban & penyeimbang.
  • Overhead Guard
    Overhead Guard merupakan pelindung bagi pengemudi alat berat atau yang sering disebut dengan istilah supir forklift. Melindungi dari kecelakaan atau jatuhnya barang bawaan yang sedang dibawa dan melindungi dari panas matahari dan hujan.

 

Sumber di ambil dari : https://forkliftsemarang.com/distributor-berbagai-jenis-forklift/

PROSES SAFETY MANAGEMENT (PSM)

PROSES SAFETY MANAGEMENT (PSM)

Pendahuluan
Secara umum Process Safety Management (PSM)/ Manajemen Keselamatan Proses (MKP) mengacu kepada prinsip dan sistem manajemen kepada identifikasi, pengertian dan pengontrolan pada bahaya akibat kegiatan proses produksi sebagai upaya perlindungan pada area kerja.
PSM/MKP berfokus kepada:
– Pencegahan
– Persiapan
– Mitigasi
– Respons
– Pemulihan
dari bencana industri
Proses yang dimaksud dalam PSM tersebut adalah untuk perusahaan yang menyimpan, memproduksi dan menggunakan bahan kimia berbahaya ataupun kombinasi dari aktifitas tersebut.

Latar Belakang
Beberapa bencana industri seperti di Bhopal (1984) India yang menyebabkan >2000 orang meninggal, Pasadena (1989) mengakibatkan 23 orang meninggal dan 132 cidera, Piper Alpha (1988) mengakibatkan 167 meninngal dan beberapa b encana industri lainnya yang melibatkan bahan kimia berbahaya yang diikuti dengan kebakaran, peledakan serta paparan bahan kimia beracun.

flixborough & piper alpha

Dari beberapa bencana industri di atas menunjukkan bahwa bencana tersebut sulit dicegah dengan pendekatan traditional occupational safety and health yang berfokus kepada hubungan individu pekerja dengan peralatan maupun proses. Banyak keputusan penting yang mengarah kepada insiden serius, kejadian yang tidak terduga diluar kontrol pekerja ataupun atasan.
Dibutuhkan pengontrolan yang efektif yang memperhitungkan aktifitas proses, termasuk peralatan, prosedur serta organisasi yang dikelola oleh sistem manajemen untuk memastikan bahwa semua bahaya telah diidentifikasi dan dikontrol demi kelangsungan suatu proses produksi.

Occupational Safety & Health vs Process Safety Management
psm vs occ

Untuk membedakan occupational accident dan process safety accident dapat dianalogikan sebagai berikut :
Occupational Accident :
Seorang pekerja terjepit tangannya di pulley motor karena ketika melakukan perbaikan motor tidak mematikan motor sebelumnya sesuai instruksi kerja yang ada.
Proses Safety Accident:
Sejak pagi diketahui ada kenaikan temperatur pada salah satu bejana tekan, namun dengan kenaikan temperatur tersebut manajemen berupaya mengatasi dengan mendinginkan temperatur dengan air sehingga bejana tersebut meledak pada sore harinya, karena material yang ada di dalam bejana tersebut mudah terbakar maka mengakibatkan kebakaran yang hebat.

Elemen Process Safety Management
Standar PSM sesuai OSHA 29 CFR 1910.119 terdapat 14 elemen sebagai berikut :
1. Employee Participation
2. Process Safety Information
3. Process Hazards Analysis
4. Operating Procedures
5. Training
6. Contractor’s obligation
7. Pre-startup safety review
8. Mecahnical Integrity
9. Hot Work Permit
10. Management of Change
11. Incident Investigation
12. Emergency Planning and Response
13. Compliance Audit
14. Trade Secret

1. Employee Participation
Organisasi harus merencanakan upaya PSM, dan rencana harus mencakup ruang lingkup upaya, peran dan tanggung jawab, persyaratan pelaporan, pendekatan analisis bahaya, proses pengendalian dokumen, dan strategi pengendalian bahaya.
Sebagai bagian dari upaya PSM, pengusaha harus berkonsultasi dengan pekerja dan perwakilan mereka untuk memastikan bahwa semua pihak memahami bahaya dan risiko dalam proses. Secara khusus, pekerja harus memiliki akses ke analisis bahaya proses dan informasi yang digunakan untuk mendukung analisis tersebut. Tanpa partisipasi pekerja risiko mungkin tidak sepenuhnya dipahami atau tepat dikomunikasikan.

2. Process Safety Information (PSI)
Organisasi / Pengusaha harus mengumpulkan dan mencatat Proses Safety Information (PSI) sebelum melakukan analisis bahaya.
Tujuan dari informasi tersebut adalah sebagai langkah awal melakukan identifikasi bahaya dan resiko yang terkait dengan aktifitas proses tersebut. Informasi tersebut meliputi bahan kimia yang digunakan / diproduksi, teknologi, serta peralatan yang dipergunakan. Secara khusus apabila mempergunakan bahan kimia berbahaya, informasi meliputi toksisitas, Nilai Ambang batas, sifat fisika & kimia, reaktifitas, corrosifitas, serta bahaya yang akan timbul saat bereaksi.
MSDS dan P&ID’s (diagram alir perpipaan dan instrumentasi) harus dibuat.
Critical Parameter seperti batasan maksimum dan minimum penyimpanan bahan kimia harus dipersiapkan. Informasi lain terkait sistim keselamatan seperti temperatur, tekanan minimum dan maksimum, sistem ventilasi dan kode standarisasi harus diperhitungkan dalam desain.

3. Process Hazards Analysis (PHA)
PHA (Process Hazards Analysis) didefinisikan oleh OSHA sebagai pendekatan, menyeluruh, teratur, sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya dari proses yang melibatkan bahan kimia berbahaya.
PHA adalah kunci untuk upaya K3 karena memberikan informasi untuk membantu manajemen dan pekerja meningkatkan keselamatan dan membuat keputusan yang tepat untuk menurunkan resiko.
Beberapa metode yang digunakan adalah
-Checklist
– What-if/checklist
– Hazards Operability Study(HAZOP)
– Failure Modes and Effect ANalysis(FMEA)\
– Fault Tree Analysis
Penekankan analisis tersebut adalah bahwa PHA harus dilakukan olem team yang mengetahui tentang proses dan teknik analisis bahaya.
Dalam PHA harus dijelaskan jangka waktu untuk melaksanakan rekomendasi tindak lanjut, dan di analisis ulang apabila ada perubahan.
PHA disarankan dievaluasi ulang tiap 5 tahun sekali.

4. Operating Procedure / Prosedur Operasi
Prosedur Operasi menggambarkan pekerjaan yang harus dilaksanakan, data-data harus dicatat (kondisi operasi normal, maksimum dan minimum paramater).
Prosedur juga harus mengidentifikasi tindakan pencegahan Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja. Prosedur Operasi harus jelas singkat dan konsisten dengan PSI (Process Safety Information) yang mengacu kepada PHA (Process Hazards Analysis).
Prosedur Operasi harus dievaluasi secara berkala dan diupadate apabila ada perubahan parameter, konsisten dengan proses yang ada.
Pelatihan untuk pelaksanaan prosedur operasi juga harus menjelaskan apa yang harus dilakukan pada kondisi darurat.

5. Training / Pelatihan
Pelatihan merupakan elemen yang cukup penting dalam penerapan PSM. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan training adalah sebagai berikut :
– pelaksanaan pelatihan harus dipastikan bahwa peserta dapat memahami resiko pekerjaan terkait proses ataupun bahayanya bekerja dengan bahan kimia berbahaya, termasuk mengerahui apa yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
– Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan
– Secara periodik dievaluasi keefektifan dari pelaksanaan teraining tersebut.

6. Contractor’s Obligation / Kewajiban kontraktor
Banyak perusahaan yang mempekerjakan kontraktor dalam pekerjannya. Meruypakan tanggungjawab perusahaan untuk memastikan bahwa kontraktor yang bekerja di area kerjanya telah memiliki cukup pengetahuan dan keahlian dalam melaksanaan pekerjaan sesuai dengan persyaratan K3 khususnya yang kontak dengan bahan kimia berbahaya. Kontraktor bertanggungjawab untuk melaksanakan prosedur kerja selamata yang ditetapkan oleh perusahaan.
Pihak perusahaan harus melakukan evaluasi terhadap kinerja kontraktor dalam melaksanakan prosedur kerja selamat.

7.Pre-Startup Safety Review
Banyak kecelakaan terjadi masa transisi ke fase operasi stabil, seperti pada saat start up atau commisioning pada peralatan baru, khususnya apabila ada perubahan /modifikasi peralatan. Pre startup sangat perlu dilakukam dan ditulis dalam prosedur operasi. Semua parameter telah ditulis dalam P&ID dan prosedur emergency shutdown telah dikomunikasikan.

8. Mechanical Integrity
Dalam pengoperasian peralatan, hal yang sangat penting adalah perawatan dari peralatan tersebut. Harus dipastikan bahwa peralatan tersebut dapat dioperasikan dengan baik.
PSM mempersyaratkan terdapat prosedur perawatan tertulis untuk peralatan sebagai berikut :
– Bejana Tekan dan tangki penyimpan
– Sistim perpipaan (termasuk komponennya seperti valve)
– Sistim Relief dan venting
– Sistim emergency shutdown
– Sistim kontrol (sensor, alarm, interlock)
– Pompa
Prosedur tersebut mencakup inspeksi dan testing

9. Hot Work Permit / Ijin Pekerjaan Panas
Pekerjaan perbaikan ataupun modfikasi yang sifatnya tidak rutin, khusunya hot work seperti aktifitas pengelasan berpotensi terhadap kebakaran dan peledakan. Organisasi harus mempunyai prosedur ijin pekerjaan panas untuk memastikan pekerjaan tersebut telah di analisa resikonya, terdapat upaya menurunkan resikonya (mitigasi) dan personil yang terlibat dalam pekerjaan tersebut telah mengetahui bahaya yang timbul akibat pekerjaan tersebut.

10. Management of Change / Manajemen Perubahan
Sistim yang digunakan dalam operasi seperti mesin, design, prosedur, bahan baku ataupun personil yang terlibat seringkali terdapat perubahan yang kadang-kadang bisa meningkatkan resiko. Untuk itu, perubahan tersebut harus dievaluasi untuk memastikan resiko dari segi K3-nya dapat dikontrol.
Analisis perubahan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut :
– Data Teknik perubahan
– Pengaruh perubahan terhadap pekerja ditinjua dari K3
– Modifikasi prosedur operasi
– Waktu yang dibutuhkan untuk perubahan
– Otorisasi persyaratan dari perubahan yang diusulkan
Organisasi tidak seharusnya berasumsi sedikit perubahan tidak berpengaruh kepada K3. Banyak kecelakaan yang berakibat dari perubahan kecil yang dianggap tidak berpengaruh terhadap K3.

11. Investigasi Kecelakaan
Problem atau masalah yang diketahui tidak seharusnya untuk dibiarkan. Kegagalan untuk investigasi serta memperbaiki dari akar permasahan (root cause) dapat berakibat kecelakaan akan terulang bahkan dapat berakibat lebih besar. Organisasi harus fokus terhadap pencegahan kecelakaan tidak hanya melaporkan problem dan ini membutuhkan analsis akar permasalahan. Organisasi harus memiliki program yang aktif untuk mengidentifikasi problem yang ada sehingga kecelakaan tidak terjadi. Nearmiss yang dapat berakibat kepada bencana industri harus segera di tindak lanjuti. Belajar dari bencana industri yang telah terjadi sebagai upaya pencegahan keelakaan sangatlah penting.

12. Rencana Tanggap Darurat
PSM sebagai upaya yang sangat penting sebagai pencegahan kecelakaan, tetapi bagus apapaun organisasi berupaya membangun sistim K3, desain bisa gagal, personil dapat berbuat kesalahan sehingga terjadi insiden diluar kendali perusahaan.
Oleh karena itu, organisasi harus merencanakan untuk keadaan darurat dan siap untuk merespon. Minimal, pengusaha harus mengembangkan rencana tanggap darurat yang meliputi tempat evakuasi dan pelatihan dalam penggunaan alat pelindung diri. Karyawan harus dilatih untuk rencana ini agar bisa efektif, dan sistem alarm harus diterapkan.

13. Compliance Audit
Audit ADALAH sarana untuk memastikan bahwa prosedur dan pelaksanaan PSM dilaksanakan dan memadai. Persyaratan PSM, audit harus dilakukan setidaknya setiap tiga tahun. Audit harus dilakukan oleh individu atau tim yang terlatih, dan audit harus direncanakan untuk memastikan keberhasilan pelaksanannya.

14. Trade Secret / Rahasia Dagang
Organisasi harus membuat informasi keselamatan penting tersedia bagi semua personil yang terlibat, mengembangkan analisis bahaya, membuat prosedur operasi, menyediakan perencanaan dan tanggap darurat, melakukan audit, dan berpartisipasi dalam penyelidikan kecelakaan.
Organisasi harus membuat informasi ini tersedia bahkan jika rahasia dagang disertakan. Namun, organisasi dapat membuat kesepakatan bahwa rahasia dagang tidak disebar luaskan.

KASUS KECELAKAAN DITINJAU DARI ELEMEN PSM

psm_kasus

KESIMPULAN
PSM adalah pendekatan proaktif dari sisi manajemen dan teknis untuk melindungi pekerja, kontraktor dan pihak lain terkait dari bahaya yang ada khususnya bahaya bahan kimia berbahaya.
Bahaya tersebut berpotensi terhadap bencana industri yang tidak terkontrol.
Persyaratan PSM ada 14 elemen yang sangat penting terhadap proses bahaya bahan kimia berbahaya.
Contoh kasus kecelakaan yang disebutkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program PSM.

Referensi
1. Occupational Safety & Health Administration, OHSA,3132,2000
2. Elemen of Process Safety Management: Case Studies, Terry L. Hardy, 2013